Pengunjung di Kawasan Wisata Masih Membuang Sampah Sembarangan

Reading time: 2 menit
Ilustrasi: Ist.

Jakarta (Greeners) – Ratusan pengunjung memadati dua kawasan wisata besar di Jakarta selama dua hari perayaan Lebaran. Kondisi ini membuat Ancol Taman Impian dan Taman Margasatwa Ragunan menambah jumlah personel kebersihan dan kemananan.

Sayangnya, penambahan jumlah personel tersebut tidak serta-merta membuat lokasi wisata favorit masyarakat Jakarta ini bebas dari sampah. Sekalipun personel kebersihan ditambah cukup banyak, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap bersih dari sampah.

Menurut Humas Ancol Taman Impian, Rika Lestari, untuk Lebaran hari kedua saja, jumlah pengunjung hingga pukul 23.00 WIB mencapai 115.000 orang, meningkat dua kali lipat dibanding hari pertama yang berjumlah 60.000 pengunjung. Peningkatan jumlah penunjung tersebut, lanjut Rika, tidak dibarengi dengan kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan.

“Perubahan perilaku mungkin ada tapi tidak signifikan. Kita masih banyak menemukan pengunjung yang buang sampah sembarangan. Walaupun di sebelahnya ada tong sampah, dia tetap saja membuang sampah di bawah tong sampah itu. Dan itu saya menyaksikan sendiri dan saya ikut mungutin sampahnya,” kata Rika kepada Greeners, Jakarta, Sabtu (09/07).

BACA JUGA: Puncak Timbunan Sampah DKI Jakarta Akan Terjadi pada H+5 Lebaran

Selama dua hari tersebut, volume sampah yang dihasilkan oleh pengunjung sekitar 130 sampai 150 meter kubik perharinya. Sampah ini didominasi oleh sampah kemasan makanan dan minuman plastik. Lokasi penumpukan sampah juga tersebar di beberapa titik, dengan titik sampah terbanyak di daerah pantai yang menjadi kawasan favorit pengunjung Ancol Taman Impian.

Senada dengan Rika, Humas Taman Marga Satwa Ragunan, Wahyudi Bambang juga mengamini bahwa perilaku pengunjung dalam menjaga kebersihan masih harus ditingkatkan. Menurut Wahyudi, Taman Ragunan terus berupaya mengingatkan pengunjung untuk memperhatikan sampah yang dihasilkan pengunjung.

“Kami masih tidak henti-hentinya untuk selalu memberikan imbauan dari mulai datang sampai pulang supaya pengunjung merubah perilakunya. Dari hasilnya ada juga yang berubah, ada juga yang masih suka membuang sampah sembarangan. Bagi yang seperti itu langsung kita datangi dan kita berikan teguran,” tambahnya.

Sama seperti Ancol, jenis sampah paling banyak yang dihasikan oleh pengunjung Ragunan adalah sampah kemasan makanan dan kemasan minuman seperti air mineral.

“Kami sudah menambah petugas kebersihan. Tidak ada masalah soal sampah karena mereka setiap saat stand by membersihkan sampah. Penambahan 100 personel untuk bagian kebersihan saja ditambah dengan petugas kebersihan reguler menjadi sekitar 300-an,” tegasnya.

BACA JUGA: 10 Hari Pertama Ramadhan, Sampah Jakarta 6900 Ton per Hari

Ancol sendiri telah memiliki tempat pengolahan sampah terpadu milik Ancol Taman Impian. Rika mengungkapkan, Ancol, memiliki program zero waste yang merupakan program insitiatif perusahaan yang merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap kualitas lingkungan.

Tempat pengolahan sampah ini telah beroperasi sejak 2011 dan menyerap 30% sampah Ancol yang berasal dari sampah organik Atlantis dan Dunia fantasi diolah menjadi pupuk kompos. Untuk sampah non organik dipress dan selanjutnya akan diproses daur ulang menjadi bijih plastik.

“Targetnya tahun depan akan menyerap seratus persen sampah Ancol untuk diolah dan didaur ulang,” tutupnya.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page