Survei: 72% Pemudik Lebaran Memilih Pakai Kendaraan Pribadi

Reading time: 2 menit
Ilustrasi pemudik. Foto: Freepik
Ilustrasi pemudik. Foto: Freepik

Jakarta (Greeners) – Populix melaporkan sebanyak 72% pemudik lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi demi mendapatkan kenyamanan dan fleksibilitas. Sisanya memilih transportasi umum dan membeli tiket pulang pergi.

“Meskipun mayoritas pemudik (70%) juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap kemacetan lalu lintas saat mudik, mereka tetap memilih untuk mudik dengan keluarga mereka. Ini yang menunjukkan pentingnya hubungan keluarga dan kebersamaan selama momen Lebaran ini,” ujar CEO & Co-Founder Populix, Timothy Astandu lewat keterangan tertulisnya, Senin (8/4).

Laporan itu merupakan hasil survei Populix bertajuk “Insights into Indonesia’s Eid Al-Fitr Homecoming and Social Activities” dengan total responden 1.029. Dari total tersebut, lebih dari 50% responden memulai persiapan untuk merayakan Idulfitri selama minggu ketiga dan keempat Ramadan. Responden juga menekankan pendekatan proaktif untuk memastikan semua persiapan yang diperlukan telah dilakukan jauh sebelum hari raya Idulfitri.

BACA JUGA: Pemudik Capai 193 Juta, Saatnya Terapkan Mudik Minim Sampah!

Laporan juga menunjukkan sebanyak 60% responden akan melakukan perjalanan mudik Lebaran, dengan mayoritas destinasi terdapat di provinsi Jawa. Lebih dari 80% pemudik akan memadati daerah Jawa. Jawa Tengah menjadi provinsi paling banyak pemudik, yakni 29%. Posisi selanjutnya Jawa Barat 28% dan Jawa Timur 20%.

Selain mudik Lebaran, kegiatan sosial juga muncul sebagai kebiasaan baru masyarakat di Indonesia. Misalnya, bagi-bagi takjil di jalan hingga menyalurkan sedekah melalui badan amal resmi.

“Masyarakat bahkan melibatkan keluarga dalam upaya sosial ini. Sehingga, dapat memperkuat hubungan antaranggota keluarga, sekaligus memupuk solidaritas persatuan dan tanggung jawab bersama dalam keluarga,” tambah Timothy.

Ilustrasi pemudik pulang kampung. Foto: Freepik

Ilustrasi pemudik pulang kampung. Foto: Freepik

62% Umat Muslim Berencana Pulang Kampung

Sementara itu, sebanyak 62% umat muslim berencana untuk pulang kampung selama liburan Idulfitri. Terdapat dua alasan utama untuk mudik, yaitu kegiatan rutin tahunan (56%) dan juga rindu dengan kampung halaman (52%). Di sisi lain, beberapa orang memilih untuk tidak pulang kampung (38%) karena tidak memiliki keluarga di kampung halaman mereka.

Terlihat bahwa ada kecenderungan dalam pola perjalanan saat orang pulang ke kampung halaman dan kembali ke kota selama liburan Idulfitri. Menurut data Populix, tiga hingga tujuh hari sebelum lebaran menjadi puncak arus mudik, sedangkan perkiraan puncak arus balik akan terjadi pada hari ketiga dan ketujuh setelah lebaran.

BACA JUGA: YLKI Soroti Jejak Emisi Karbon saat Mudik

Selain itu, persiapan utama untuk pulang kampung antara lain Tunjangan Hari Raya (THR) untuk keluarga di kampung (70%). Kemudian, pembelian barang (58%) atau hadiah untuk keluarga, dan juga membeli kue Lebaran (50%).

Aktivitas Sosial di Bulan Ramadan

Sebagian besar umat Islam aktif bersosialisasi sepanjang Ramadan dan praktik pemberian takjil gratis semakin masif. Masyarakat menganggarkan anggaran hingga Rp1 juta untuk mendukung kegiatan sosial ini, yang mencerminkan semangat kebaikan dan solidaritas selama Ramadan.

“Mayoritas responden cenderung terlibat dalam aktivitas sosial di tiga lokasi utama, yaitu di sekitar masjid terdekat (49%), langsung turun ke jalan-jalan (48%), dan di lingkungan rumah (48%),” imbuh Timothy.

Kegiatan sosial ini juga bukan hanya menjadi komitmen pribadi, tetapi masyarakat mengungkapkan keinginan untuk melibatkan keluarga mereka. Sekitar 70% responden cenderung mengajak keluarga mereka untuk terlibat dalam kegiatan sosial secara langsung pada saat berkumpul bersama.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top