Suplir Tanaman Hias Berulir

Reading time: 2 menit
Suplir
Selain sebagai tanaman hias, suplir juga berkhasiat sebagai tanaman obat. Foto: en.wikipedia.org

Suplir (Adiantum) merupakan tanaman hias yang pernah merajai pasar Indonesia di era 80-an. Sebagai tumbuhan paku-pakuan, ia tidak menghasilkan bunga selama daur hidupnya. Suplir berkembang biak dengan spora yang terletak di sisi tepi bawah daun dewasa. Berbeda dengan jenis paku-pakuan lain, daunnya tidak berbentuk memanjang, tetapi cenderung membulat.

Dalam bahasa Perancis, suplir disebut Chevelure. Sedangkan secara internasional dijuluki sebagai “Maidenhair Fern“. Maiden bermakna gadis sedangkan hair berarti rambut (Yeow-Chin, 1984). Keindahan helaian daunnya sering diibaratkan bagai rambut sang Dewi Cinta “Venus”.

Baca juga: Karet Merah, Dulu Penghasil Karet Kini Jadi Tanaman Hias

Secara ilmiah, Adiantum berasal dari bahasa Yunani Adiantos yang artinya anti air (unwettable). Karena mengacu pada ental yang mampu meloloskan air tanpa membasahi (Hoshizaki, 1970). Ental adalah daun paku-pakuan yang tumbuh khas dengan keadaan pucuk tergulung ke dalam.

Di seluruh dunia, jumlahnya diperkirakan hanya sekitar 200 jenis. Namun, hasil silangnya mungkin mencapai lebih dari puluhan (Rukmana, 1997). Jenis suplir yang terdapat di Indonesia di antaranya Adiantum flabellulatum L., Adiantum cuneatum Langsdorff & Fischer (paku kelor), Adiantum caudatum L. (suplir berekor) dan Adiantum philippense L. (kamuding).

Suplir

Suplir pernah menjadi tanaman hias yang pernah merajai pasar Indonesia di era 80-an. Foto: www.egardengo.com

Umumnya, ia hidup di atas tanah secara bergerombol dan berakar serabut yang pada ujungnya dilindungi tudung pelindung (Kaliptra). Akar suplir merupakan rimpang tegak dengan ciri akar sejati semakin menaik atau memanjat. Rimpang merupakan rhizoma beruas pendek yang muncul dengan akar-akar serabut.

Batangnya berwarna hitam mengkilat, berduri tegak atau semi tegak, dan bersisik lunak serta keras. Ia memiliki bentuk khas bercabang dengan banyak daun dan berupa tongkat (rhizome). Anatomi batang terdiri dari epidermis, korteks, dan stele. Ental pada suplir bergulung melingkar dengan ujung anak daun berbentuk tumpul dan tepi bergerigi. Tangkai daunnya hitam mengkilat serta tulang daun tidak nyata. Karena warna tangkai yang hitam mengkilat seperti rambut ini juga dijadikan dasar penamaan suplir.

Baca juga: Tanaman Puring, Lebih dari Sekadar Tanaman Hias

Fungsi utama suplir yakni sebagai tanaman hias yang dapat ditanam di dalam atau di luar ruang. Tingginya dapat mencapai 15 hingga 80 sentimeter. Ia sangat menyukai tanah gembur, kaya bahan organik (humus), dan pemupukan nitrogen yang tinggi. Sebab, pembentukan spora memerlukan tambahan fosfor dan kalium.

Pemeliharaan tanaman berwarna hijau cerah ini juga memperhatikan penyiraman. Karena saat mengalami kekeringan, ia tidak bisa pulih hanya dengan pemberian air. Penanganannya dapat dilakukan dengan membuang seluruh ental yang kering dan memberi sedikit media tumbuh tambahan. Dalam beberapa hari tunas baru akan kembali muncul. Selain sebagai tanaman hias, ia juga berkhasiat sebagai tanaman obat. Daunnys berkhasiat untuk memperlancar air seni, sedangkan akarnya bermanfaat sebagai obat cacing.

Penulis: Sarah R. Megumi

Suplir

Top