Kumbang Penggerek, Serangga Kecil Perusak Lahan Pertanian

Reading time: 2 menit
Kumbang Penggerek. Foto: Shutterstock

Weevil atau Kumbang Penggerek adalah kelompok insek yang berasal dari keluarga Curculionoidea. Mereka masyarakat anggap sebagai hama karena dapat menghambat pertumbuhan tanaman seperti padi, pohon kelapa, bambu, kopi, dan sebagainya.

Koloni weevil tergabung dalam ordo Coleoptera. Mereka memiliki ukuran tubuh lebih kecil dari kumbang kebanyakan, serta dapat kita identifikasi dari moncongnya yang memanjang.

Seperti yang diketahui, sebanyak 91% artropoda tergolong sebagai serangga. Mereka mendominasi 72% populasi hewan di bumi, sehingga mempunyai bentuk yang beragam.

Menurut ahli, ada 97.000 spesies kumbang penggerek yang berhasil ditemukan sampai saat ini. Jumlahnya mungkin bisa bertambah, seiring perkembangan riset dan ilmu pengetahuan.

Klasifikasi dan Ciri-Ciri Kumbang Penggerek

Jika kita ukur, panjang tubuh kumbang penggerek tak lebih dari 6 mm. Mereka sering publik salah artikan sebagai rayap, sebab memiliki karakteristik dan kebiasaan yang hampir serupa.

Curculionoidea pakar identifikasi sebagai weevil sejati. Beberapa jenis kumbang mungkin menyandang nama ‘weevil,’ namun biasanya mereka berasal dari keluarga yang berbeda.

Biscuit Weevil contohnya, hewan ini memiliki nama latin Stegobium paniceum. Ia berasal dari genus Stegobium, serta tergolong dalam famili Ptinidae berdasarkan tinjauan DNA.

Bicara soal penelitian, ahli percaya bahwa sayap depan kumbang penggerek mengalami modifikasi. Penampilannya agak mengeras dan tebal sehingga tampak seperti seludang.

Sayap depannya ini tidak berfungsi untuk terbang, melainkan menutup tubuh dan sayap belakang. Saat beristirahat, sayap tersebut akan terlipat pada bagian bawah sayap depan.

Weevil umumnya mengalami fase hidup holometabola; mulai dari telur, larva, pupa, hingga imago. Tipe alat mulut larva dan imago cenderung sama, yakni menggigit dan mengunyah.

Baca juga: Kumbang Beras, Hama Perusak Bahan Pangan

Kebiasaan dan Karakteristik Kumbang Penggerek

Sifat serangga berordo Coleoptera sebagian besar memang perusak (hama). Mereka senang mengganggu pertumbuhan berbagai tanaman, mulai dari batang, buah, hingga daunnya.

Namun, ada pula jenis serangga yang bersifat seperti predator atau pemangsa. Ukuran badannya lebih besar, sehingga mampu memangsa larva dan serangga kecil lainnya.

Kumbang penggerek biasanya masuk dalam kelompok herbivora. Untuk mempertahankan hidupnya, mereka menyerap nutrisi penting yang terkandung pada tubuh tanaman.

Lantas jika sangat mengganggu, mengapa golongan serangga ini tidak segera dimusnahkan? Sebab, kehadiran kumbang Curculionoidea ternyata cukup penting bagi pertumbuhan flora.

Merujuk Jurnal Entomologi Indonesia (2018), beberapa spesies kumbang penggerek memiliki spesifikasi khusus terhadap inangnya, seperti kumbang moncong dan kumbang salvinia.

Kumbang moncong pakar ketahui memiliki peran vital terhadap penyerbukan tumbuhan kelapa sawit, sedangkan kumbang salvinia bertugas sebagai pengendali gulma air.

Pengendalian Populasi Kumbang Penggerek

Tak bisa dipungkiri, dalam jumlah besar populasi kumbang penggerek memang merugikan. Karena itu, mari kendalikan populasi hewan tersebut melalui langkah-langkah berikut ini.

  • Secara Mekanis; tanaman yang terinfeksi harus segera dimusnahkan dari lahan. Ini kita lakukan untuk mencegah penularan hama kepada tanaman lainnya.
  • Secara Biologi; nematoda seperti Steinernema carpocapsae mampu mengendalikan larva dan spesies kumbang penggerek dewasa. Selain itu, penggunaan cendawan patogen telah terkonfirmasi efektif membunuh 54% – 80% hama dalam waktu 15 hari.
  • Secara Kimiawi; pelibatan pestisida dinilai ampuh membunuh segala jenis hama. Namun, penggunaan zat kimia ini terbilang berbahaya bagi pertumbuhan tanaman serta manusia.

Perlu Anda ketahui, peta persebaran kumbang Curculionoidea terbilang sangat luas. Mereka dapat kita temukan di hampir seluruh benua, mulai dari Eropa, Afrika, Amerika, hingga Asia.

Insekta ini setidaknya memiliki sembilan turunan keluarga, yaitu Belidae, Brentidae, Caridae, Anthribidae, Attelabidae, Curculionidae, Mesophyletidae, Nemonychidae, dan Obrieniidae.

Baca juga: Kumbang Tanduk, Serangga Penyuka Palem

Taksonomi Kelompok Kumbang Curculionoidea

Penulis: Yuhan Al Khairi

Top

You cannot copy content of this page