Ular Air Belang, Reptil Air yang Berasal dari Asia Tenggara

Reading time: 2 menit
Ular kadut ini menggunakan bisa ringan untuk melumpuhkan mangsa. Foto: Shutterstock

Ular air belang biasa awam sebut juga sebagai ular kadut belang. Kelompoknya merupakan salah satu spesies ular air (Homalopsidae) yang paling menyebar di Asia Tenggara, sehingga dapat kita temukan di wilayah Indonesia.

Homalopsis buccata adalah nama binomial ular kadut belang. Spesies ini berkerabat dengan kelompok ular kadut (Acrochordus granulatus) karena memiliki habitat yang hampir sama.

Ular kadut belang dapat kita jumpai di sekitar perairan, begitu juga ular kadut biasa. Mereka mendiami daerah aliran sungai, rawa-rawa, kolam, atau perairan dekat pemukiman warga.

Di luar Indonesia, ular air belang tersohor dengan nama puff-faced watersnake. Julukan ini merujuk pada tampilan wajahnya yang tampak seperti memakai topeng berwarna cokelat.

Morfologi dan Ciri-Ciri Ular Kadut Belang

Ular kadut belang bisa berbiak hingga sepanjang 1,2 meter. Tubuh bagian atasnya berwarna cokelat atau kelabu kecokelatan, tampak seperti lumpur pasir dengan corak belang-belang.

Coraknya tersebut berwarna cokelat pucat, sedangkan bagian bawah tubuhnya berwarna keputihan. Spesies ular muda dapat kita tandai dari bagian tubuh atasnya yang kekuningan.

Beberapa spesies mungkin mempunyai corak oranye atau kemerahan, namun rata-rata dari mereka memiliki belang-belang sempit berwarna keputihan, krem, hingga cokelat muda.

Seiring bertambahnya usia, warna kulit ular air belang terlihat makin tua dan gelap. Tidak ditemukan perbedaan spesifik antara jenis jantan dan wanita, kecuali dari ukuran tubuhnya.

Perlu Anda ketahui, H. buccata tidak ahli golongkan sebagai spesies pelilit. Mereka biasanya menggunakan racun ringan yang keluar dari taring belakang untuk melumpuhkan mangsa.

Habitat dan Persebaran Ular Air Belang

Di alam liar, puff-faced watersnake mengonsumsi ikan nila, guppy, lele, hingga belut sawah. Mereka juga memburu berbagai spesies katak, krustasea air tawar, serta ikan kecil lainnya.

Begitu pula dengan di penangkaran, spesies ular H. buccata umumnya diberi makan berupa ikan kecil, ikan mas, berbagai kelompok molly (genus Poecilia), hingga berudu-berudu katak.

Jangan heran, ular air belang memamg diperjualbelikan sebagai hewan peliharaan. Mereka tergolong sangat adaptif, sehingga dapat dengan mudah “berbaur” di lingkungan manusia.

Laos, Vietnam, Kamboja, Thailand, dan Malaysia adalah pusat distribusi ular ini. Spesiesnya juga bisa kita temukan di wilayah India bagian timur-laut, Nepal, bahkan sampai Bangladesh.

Di Tanah Air, ular air belang menyebar ke Pulau Sumatra, Kepulauan Riau, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Status konservasinya berada di level risiko rendah jika merujuk IUCN Red List.

Pola Hidup dan Perilaku Ular Air Belang

Ular kadut belang merupakan hewan nokturnal. Mereka aktif mencari makan pada malam hari, berkelana di sekitar sungai atau rawa-rawa serta membuat sarang di tempat serupa.

Karena coraknya mirip seperti anakonda, banyak masyarakat yang tertarik memelihara ular ini. Mereka kerap dimasukkan ke dalam wadah air besar atau sebagai penghias di rumah.

Ular air belang berkembang biak dengan cara melahirkan (ovovivipar). Induk betina mampu menghasilkan telur sebanyak 2-20 ekor, dengan ukuran masing-masing sepanjang 23 cm.

Waktu reproduksi puff-faced watersnake belum dapat ahli pastikan, entah sepanjang tahun atau tidak. Meski begitu, puncak perkawinannya terjadi pada bulan Oktober sampai Maret.

Sebagai catatan, bisa ular air belang memang tidak berbahaya bagi manusia. Namun aksi pemeliharaan hewan ini sejatinya tidak ahli anjurkan, sebab berisiko bagi kesehatan satwa.

Taksonomi Spesies Homalopsis Buccata

Penulis : Yuhan al Khairi 

Top
You cannot copy content of this page