15 Cara Hidup Lebih Sehat dengan Memperhatikan Makanan Anda

Reading time: 4 menit
lebih sehat dengan makanan
15 Cara Hidup Lebih Sehat dengan Memperhatikan Makanan Anda. Foto: Shutterstock.

Mengonsumsi makanan yang sehat seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup. Mengapa? Karena makanan yang sehat membantu setiap bagian tubuh kita berfungsi dengan baik. Greeners merangkum 15 cara untuk Anda hidup lebih sehat dengan memperhatikan makanan yang masuk ke perut. Yuk, simak!

Celebrity Chef asal Inggris, Jamie Oliver merupakan salah satu orang yang paling vokal mengenai pentingnya makan asupan yang sehat. 

Chef yang mengampanyekan makanan sehat di seluruh sekolah di Inggris ini menyatakan bahwa makanan sehat adalah tentang keseimbangan.

Tidak masalah jika sesekali mengonsumsi pie untuk makan malam atau menikmati sepotong cake sambil minum teh. Yang paling penting adalah menjaga pola makan sehat dan gizi seimbang dalam menu harian kita.

“Belajarlah mencintai makananmu di kala kamu memakannya, bagaimana rasanya dan ingatlah bahwa diet yang sehat dan seimbang serta latihan yang rutin adalah kunci menuju gaya hidup sehat,” jelas Jamie dalam situs resminya.

Dia juga menyarankan agar membuat makanan sehat dan bergizi menjadi prioritas utama dalam gaya hidup pribadi sehingga dapat menjadi contoh yang baik bagi orang-orang di sekitar kita, seperti keluarga dan teman.

Dalam situs yang sama, Jamie menjabarkan cara hidup sehat melalui makanan yang dapat kita adaptasi dalam keseharian kita.

15 Cara Hidup Lebih Sehat dengan Memperhatikan Pola Konsumsi

masak

Menyiapkan makanan bersama keluarga tidak hanya lebih sehat tetapi juga merupakan aktivitas rutin yang menyenangkan. Foto: Shutterstock.

1. Masak dari awal

Memasak merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting yang bisa Anda pelajari. Kemampuan memasak akan memudahkan Sobat Greeners untuk mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuh.

2. Makan dalam porsi seimbang

Makanlah makanan dengan seimbang yang terdiri atas kelompok makanan dalam porsi yang benar.

3. Variasi

Isilah menu harian dengan berbagai variasi buah, sayur, daging tanpa lemak, ikan, telur, kacang-kacangan, biji-bijian dan produk susu rendah lemak alami. Warna yang berbeda pada buah dan sayur menandakan nutrisi yang berbeda. Jadi, tidak hanya sayur berwarna hijau yang baik untuk tubuh.

4. Kenali apa yang kamu makan

Cobalah untuk mempelajari mengenai makanan yang kamu konsumsi. Menurut Jamie, kita semua perlu untuk memahami dari mana asal makanan yang kita makan dan bagaimana makanan tersebut memengaruhi tubuh kita.

5. Makanan dengan kalori yang bernutrisi

Pastikan asupan energi yang Anda dapat berasal dari kalori yang bernutrisi. Makanan seperti ini menyediakan berbagai macam kandungan gizi seperti vitamin, mineral, protein, serat dan lemak baik yang tubuh butuhkan. Hindari makanan yang tidak mengandung kalori.

6. Jangan lewatkan sarapan

Sarapan akan melancarkan metabolisme dan membantu tubuh untuk siap menjalani hari. Pastikan untuk selalu mengonsumsi sarapan yang bernutrisi. Buatlah sarapan yang menyenangkan sekaligus sehat.

7. Baca label kemasan

Sangat penting untuk membaca label kemasan dengan benar. Berhati-hatilah pada ukuran porsi yang direkomendasikan dan kandungan gula, garam serta lemak jenuh.

8. Lebih banyak minum air putih

Air putih merupakan bagian penting dalam keseharian. Minumlah air putih dan hindari minuman dengan kalori tanpa nutrisi seperti minuman bersoda, minuman energi atau jus dengan tambahan gula. “Makanlahkalori, jangan meminumnya,” tegas Jamie.

lebih sehat dengan makanan

Dengan memperhatikan makanan yang kita konsumsi, niscaya hidup akan lebih sehat. Foto: Shutterstock.

Baca juga: 10 Cara Alami Hilangkan Jerawat

9. Tetap aktif

Latihan fisik merupakan faktor yang sangat penting untuk menjaga tubuh tetap sehat, jadi cobalah untuk terus berkegiatan aktif, misalnya lewat olahraga atau pekerjaan Anda yang melibatkan mobilitas.

10. Cukup tidur

Pastikan untuk cukup tidur. Tidur yang cukup merupakan bagian yang penting untuk tetap sehat dan memengaruhi seberapa baik kita belajar, tumbuh dan beraktivitas. Saat kita tidur, tubuh kita akan mendapat kesempatan untuk memperbaiki diri.

11. Makan seafood

Makanan laut mengandung protein, mineral, dan asam lemak omega-3 (lemak yang baik bagi kesehatan jantung). Orang dewasa sebaiknya makan setidaknya delapan ons seminggu berbagai makanan laut. Anak-anak bisa makan makanan laut dalam jumlah yang lebih sedikit. Makanan laut termasuk ikan seperti salmon, tuna, trout, kepiting, kerang, dan tiram.

12. Makan biji-bijian utuh

Beralihlah dari makanan berbiji halus ke makanan berbiji utuh. Misalnya, pilih roti gandum daripada roti putih. Baca komposisi dari produk makanan yang akan Anda beli, pilih produk yang mencantumkan bahan seperti gandum utuh, beras merah, bulgur, oatmeal, atau quinoa.

13. Kurangi lemak padat

Biasanya ketika senggang, kita sering ingin mengunyah, padahal tidak lapar. Akhirnya berakhir dengan memakan kue, biskuit, dan makanan penutup lainnya (sering kali dibuat dengan mentega atau margarin); Pizza; daging olahan dan berlemak (misalnya sosis, hot dog, bacon, iga); dan es krim. Kebiasaan ini perlu dikurangi dan makan lebih sedikit makanan yang mengandung lemak padat. 

14. Siapkan camilan sehat

Simpan buah dan sayuran yang sudah Anda potong-potong seperti wortel, paprika, atau irisan jeruk di lemari es. Persiapkan makanan Anda untuk minggu ini dengan membuatnya lebih awal pada akhir pekan atau pada hari libur.

15. Makan lebih sedikit garam

Makan terlalu banyak garam dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Orang dengan tekanan darah tinggi lebih mungkin terserang penyakit jantung atau stroke.

Meskipun Anda tidak menambahkan garam ke dalam makanan, sekitar tiga perempat garam yang Anda makan sudah ada dalam makanan saat Anda membelinya, seperti sereal, sup, roti, dan saus.

Gunakan label makanan untuk membantu Anda mengurangi konsumsi garam. Lebih dari 1,5g garam per 100g berarti makanan tersebut tinggi garam.

Orang dewasa dan anak-anak berusia 11 tahun ke atas sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 6g garam (sekitar satu sendok teh) sehari. Anak-anak yang lebih kecil harus memakan garam lebih sedikit.

Penulis: Agnes Marpaung dan Renty Hutahaean

Sumber:

Jamie Oliver

USPM

NHS

Top
You cannot copy content of this page