Inovasi
Microfiber merupakan salah satu zat pencemar air dunia yang ada di dalam pakaian. Satu pakaian dapat melepaskan hingga tujuh ratus ribu microfiber dalam satu kali cuci. Banyak dari mereka yang mencapai pantai dan lautan. Di sana, microfiber bisa bertahan selama ratusan tahun. Bahkan, serat ini dapat tertelan ikan dan makhluk laut lainnya. Serat ini lalu bergerak naik di dalam rantai makanan, dan dapat berakhir di piring kita.
LastObject, perusahaan rintisan asal Denmark yang fokus terhadap pembuatan produk daur ulang, mengeluarkan produk baru yang juga berkelanjutan. Setelah sukses dengan LastSwab, cotton bud ramah lingkungannya, kini LastObject kembali meluncurkan […]
SunToWater namanya, sebuah alat penghasil air minum mirip dehumidifier berteknologi tinggi yang diklaim mampu menghasilkan delapan galon air per hari. Unit ini menggunakan teknologi gabungan antara sinar matahari dan listrik sehingga membuatnya menjadi lebih ramah lingkungan dalam proses dan hasil produksinya.
Sebuah perusahaan rintisan asal Inggris, Notpla, menciptakan plastik alternatif yang dapat terurai dalam waktu cepat. Plastik ini terbuat dari rumput laut. Selain dapat terurai dengan cepat, plastik ini juga dapat dimakan langsung oleh manusia, mengingat bahan bakunya yang alami sehingga tidak berbahaya.
Tim peneliti dari China, Inggris, dan Arab Saudi mengembangkan solusi untuk menyelesaikan permasalahan limbah plastik sekaligus emisi karbon. Mereka berupaya menguraikan sampah plastik menjadi gas hidrogen dan tabung nano karbon. Bahan bakar hidrogen menjadi salah satu alternatif energi yang paling menjanjikan untuk bahan bakar fosil.
Sampah plastik yang berada di permukaan laut bagaikan ‘puncak gunung es’ yang terlihat besar. Padahal, ada bagian yang lebih besar di bawah puncak gunung es itu. Proyek yang melakukan pembersihan sampah dari dasar laut ini disebut SeaClear.
Perusahaan energi Jerman, Sonnen, memasang panel pembangkit listrik tenaga surya di tiga ribu unit apartemen California, Amerika Serikat. Pada proses penerapan energi terbarukan ini, panel tata surya disambungkan dengan baterai. Karena menggunakan baterai, proses ini pun dinamakan pembangkit listrik virtual.
Sudah awam ketahui bila kertas berbahan dasar kayu. Mieke Meijer membalik model ini. Dia justru menciptakan kayu berbahan kertas daur ulang. Kayu berbahan dasar kertas daur ulang ini dia namakan Newspaper Woods.
Data Kementerian Perindustrian 2018 menunjukkan Indonesia berada di posisi ke-empat produsen sepatu dunia. Produksi alas kaki di Indonesia mencapai 1,41 miliar pasang. Jumlah ini setara dengan 4,6 persen total produksi […]
SügaMat terbuat dari 100 persen baju selam bekas. Brian Shields, pendiri Süga, berharap produknya mengurangi dampak buruk baju selam terhadap lingkungan.
Lemari pendingin dan penyimpan makanan ini juga fleksibel karena ukurannya tidak begitu besar sehingga dapat dibawa bepergian.
Produk lampu dekoratif bernama Anbottle ini menggunakan kayu sisa produksi dan juga botol bekas sebagai bahan utama pembuatannya.
Metode ini tidak hanya mengatasi masalah penipisan sumber daya, tetapi juga mengatasi masalah limbah elektronik dan makanan yang menjadi krisis global.










































