Ide & Inovasi
Minimnya sistem suplai air dan buruknya sistem sanitasi menyebabkan hampir satu miliar orang mengalami kekurangan air bersih. Berikut ini enam desain inovatif yang dapat menjadi solusinya.
WeWork, sebuah tempat co-working yang indah di Shanghai dibangun tidak hanya memanfaatkan barang bekas namun juga menyertakan sejarah kota Shanghai dalam desainnya.
Hampshire College, kampus yang berlokasi di Massachusetts, kini memiliki sebuah gedung baru yang ramah lingkungan dengan prinsip berkelanjutan. Gedung baru itu bernama R.W. Kern Center.
Mahasiswa teknik Universitas Al Azhar Gaza terpanggil untuk menyelesaikan permasalahan kelangkaan bahan bakar dan sulitnya transportasi umum di Gaza dengan menciptakan mobil bertenaga surya.
Fasilitas olahraga jarang mendapat perhatian terutama berkaitan dengan konsep keberlanjutan, namun firma arsitektur bernama k20 Architecture berhasil mengubah tren tersebut.
Di Bergamo, Italia sebuah katedral dibangun dengan konsep yang unik. Katedral bernama Cattedrale Vegetale ini dianggap sebagai sebuah katedral yang hidup dan bernafas.
Perusahaan servis ponsel bernama Lovefone telah mengubah 35 kotak telepon lama di London dan menjadikannya tempat servis ponsel dan tablet.
Godaan teknologi baru dan kecanggihannya tak terelakkan. Tidak heran bila beberapa orang memiliki lebih dari dua ponsel, itu pun tidak semua terpakai. Berikut ini berbagai fungsi baru dari gawai lama yang bisa kita aplikasikan.
Seorang desainer produk dari Islandia bernama Ari Jonsson membuat solusi yang inovatif untuk mengatasi permasalahan botol plastik. Ia berinovasi dengan membuat botol minum dari alga.
Saat sepeda dari program Biketown siap dipakai bulan lalu, orang-orang yang tadinya sangsi bersepeda akhirnya mencoba, lagi dan lagi.
Proses penjernihan air sangat rumit, mahal dan memakan waktu yang lama. Namun para ahli di Universitas Stanford dan SLAC National Accelerator Laboratory menciptakan sebuah “kotak hitam” yang dapat menjernihkan air dalam waktu 20 menit saja.
Alexis Diaz adalah salah satu dari beberapa seniman yang mampu menyalurkan kesadaran tentang kembali terhubung kepada alam dan menghasilkan karya yang menginspirasi seperti lukisan dinding.
Siapa sangka, seorang anak berumur 16 tahun berhasil menemukan bahwa ternyata kulit jeruk dan kulit alpukat bisa membantu petani menghadapi krisis air.










































