Kampanye #Pay4Plastic, Plastik Berbayar Akan Diterapkan di Circle K

Reading time: 2 menit
Walikota Bandung Ridwan Kamil melakukan pertemuan dengan PT Circleka Indonesia membahas penerapan kantong plastik berbayar atau #Pay4Plastic. Foto: greeners.co/ANP

Bandung (Greeners) – Kantong plastik merupakan benda yang mempermudah kehidupan kita selama ini, namun kita tidak menyadari bahwa kantong plastik hanya digunakan dalam sekejap dan tidak dapat diuraikan oleh alam dalam waktu cepat, sehingga menyebabkan berbagai dampak negatif pada lingkungan.

Berdasarkan penelitian Jenna R. Jambeck, dkk, Indonesia berada pada peringkat kedua “pembuang” sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka. Meski demikian, di Indonesia telah bermunculan berbagai inisiatif yang menyadari pentingnya mencari solusi untuk mengatasi permasalahan plastik atau kantong plastik secara khusus, salah satunya yaitu Kampanye Diet Kantong Plastik. Kampanye ini kini berkembang menjadi Gerakan Indonesia Diet KantongPlastik (GIDKP).

Untuk mendukung kampanye ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), BPLH KotaBandung dan PT Circleka Utama bekerjasama menerapkan “Kantong Plastik Berbayar” atau #Pay4Plastic pada Minggu (27/12), di Circle K Dayang Sumbi, Dago, Bandung.

Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) R. Sudirman, Direktur Corporate Affair Circle K Gunawan Indro, Koordinator Harian GIDKP Rahyang Nusantara, Founder Greeneration Indonesia Bijaksana Junerosano, Kepala BPLH Kota Bandung Hikmat Ginanjar, dan Duta GIDKP Nadya Mulya membuka secara resmi aksi kampanye ini.

Kampanye #Pay4Plastic

Kampanye #Pay4Plastic

Direktur Persampahan KLHK, Sudirman, mengungkapkan bahwa program gagasan bersama ini menjadi pilot project dalam penerapan pengurangan kantong plastik berbayar di Indonesia. Hal tersebut menjadi upaya awal untuk mengurangi volume sampah plastik yang terbuang ke laut dan sungai.

“Bandung menjadi pilot project kami untuk menerapkan kantong plastik secara berbayar di Indonesia. Kebijakan ini sebelumnya sudah dilakukan oleh beberapa negara di dunia seperti Denmark, Jerman, Irlandia, Taiwan, Hong Kong dan Malaysia,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, Circle K Indonesia memberikan penghargaan kepada lima komunitas lingkungan di kota Bandung yang selama ini telah aktif mengampanyekan pengurangan penggunaan kantong plastik. Lima komunitas tersebut yaitu Bike To Campus Bandung, Bandung Clean Action, Hilo BDG, Earth Hour Bandung serta AIESEC Bandung.

Christian Natalie, Ketua Greeneration Foundation, mengungkapkan bahwa kampanye #Pay4Plastic akan mulai diterapkan pada tanggal 21 Februari 2016 mendatang atau bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Kegiatan ini dilakukan bersama retail Circle K di seluruh wilayah kota Bandung dan akan berkembang di beberapa kota di Indonesia.

“Menutup akhir tahun ini, kami mulai gerakan dan kampanyekan kebijakan kantong plastik berbayar atau #Pay4Plastic. Circle K menguji coba namun baru menerapkan secara resmi pada 21 Februari 2016 mendatang. Perlu dua bulan untuk sosialisasinya kepada seluruh masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Christian.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam setiap pembelanjaan, kantong plastik dihargai Rp 500 yang akan menjadi donasi. Rp 200 akan dikembalikan kepada konsumen bila mengembalikan kantong tersebut dalam ketentuan tertentu. Dengan itu, konsumen diharapkan dapat bijak dalam menggunakan atau berpikir sebelum memakai dan mengumpulkan kantong plastik di tempat yang tepat.

“Selanjutnya, kewajiban produsen mengurangi timbulan sampah produknya dapat segera di uji coba dan diharapkan menjadi riset perilaku dan pintu masuk untuk pengelolaan produk lainnya,” ujarnya.

Penulis: ANP/G32

Top