Gunung Tambora Resmi Menjadi Taman Nasional

Reading time: 2 menit
Presiden Joko Widodo Memberikan Sambutan Foto: Greeners.co/Syaiful Rochman

Dompu (Greeners) – Pada hari Sabtu, 11 April 2015, tepat dua ratus tahun setelah letusan yang menggetarkan dunia, Gunung Tambora resmi ditetapkan sebagai kawasan Taman Nasional oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo. Kawasan yang berada di Pulau Sumbawa ini terletak antara Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Rangkaian peringatan meletusnya Gunung Tambora dua abad yang lalu ini dikemas dalam gelaran “Dua Abad Tambora Menyapa Dunia”, yang merupakan kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima.

Ini merupakan kali pertama kunjungan Presiden Joko Widodo ke NTB yang disambut meriah oleh warga NTB. Ribuan warga memenuhi kawasan Doro Ncanga di kaki gunung Tambora sejak Jumat (10/4) demi bisa bertatap muka dengan pemimpin negeri ini.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa setiap tahun harus diadakan Festival Tambora dengan dukungan biaya sepenuhnya dari pemerintah pusat. Harapannya adalah agar bisa lebih meningkatkan gaung potensi wisata daerah NTB dan juga potensi wisata Indonesia.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Siti Nurbaya yang ditemui oleh Greeners.co di lokasi kegiatan menyampaikan bahwa dengan ditetapkannya sebagai taman nasional, diharapkan adanya peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan karena akan dikelola lebih fokus dan intensif. Serta peningkatan daya saing daerah melalui pengembangan pariwisata alam unggulan daerah.

Tak ketinggalan, Gubernur NTB, TGH. Muhammad Zainul Majdi, pun turut berharap agar kawasan Gunung Tambora dapat lebih berkembang setelah berstatus sebagai taman nasional. “Alhamdulillah, dengan peresmian Gunung Tambora sebagai Taman Nasional, insya Allah akan semakin berkembang semua potensinya; ekowisatanya, peternakan, kelautan, perikanan, semuanya bisa berkembang, dijaga bersama-sama,” katanya.

Tambora_resmi_Menjadi_Taman_Nasional02

Peresmian secara simbolis dengan memukulkan alu kepada lesung. Foto: Greeners.co/Syaiful Rochman

 

Sebagai informasi, gunung Tambora meletus dengan dahsyat pada April 1815 dan berdampak ke seluruh penjuru dunia. Abu vulkanik Gunung Tambora bahkan menyebar hingga ke Eropa yang melahirkan tahun tanpa musim panas (year without summer). Akibat letusan dahsyat itu pula, terbentuk kaldera dengan diameter sepanjang 7 kilometer dengan kedalaman sekitar 1 kilometer.

Ketua Masyarakat Geografi Indonesia (MGI), Drs. T. Bachtiar SE kepada Greeners menceritakan bahwa iklim global mengalami kekacauan selama hampir tiga tahun. Dalam situasi mengerikan seperti itu juga, kata Bachtiar, sebuah ide kreatif muncul dari seorang Jerman bernama Karl Freiherr von Drais. Kala itu, di beberapa daerah di Jerman seperti di Baden, Württemberg dan Bayern, harga gandum naik drastis sampai tiga kali lipat.

“Nah, pada saat seperti itulah Von Drais membuat alat sederhana beroda dua yang kemudian diberi nama draisine. Draisine dibuat dari bahan kayu dan belum memiliki pedal. Satu-satunya cara untuk mengendarai sepeda ini adalah dengan menjejakkan kaki ke tanah agar draisine mau meluncur. Konon, alat inilah cikal bakal dari sepeda yang ada sekarang,” tandasnya.

Penulis: SR/G07, RH/G08, DK/G09

Top
You cannot copy content of this page