Istiqlal Raih Sertifikat Masjid Ramah Lingkungan Dunia

Reading time: 2 menit
Masjid Istiqlal meraih sertifikasi EDGE sebagai bangunan masjid pertama dunia berkonsep hijau. Foto: Shutterstock

Jakarta (Greeners) – Upaya memerangi perubahan iklim tak hanya menjadi kewajiban sektor industri, bangunan tempat ibadah pun bisa menyumbang emisi karbon. Salah satu bukti pencapaiannya, Masjid Istiqlal telah berhasil melakukan penghematan energi. Penghematan itu mulai dari material, air, energi dan pengaplikasian teknologi terkini dan terbarukan yang mampu menghemat hampir 476,22 ton karbon dioksida per tahunnya.

Sekretaris Organisasi Green Building Council Indonesia Iparman Oesman mengatakan, untuk mencapai target kesepakatan Paris membatasi kenaikan suhu rata-rata bumi di angka 1,5 derajat Celcius, maka hal paling penting yaitu memastikan usaha yang lebih besar dalam sektor bangunan untuk menekan emisi.

“Bangunan-bangunan yang ada, tanpa terkecuali di Indonesia selama ini menjadi salah satu sumber emisi karbon dunia dan berperan besar dalam kerusakan alam yang ada di bumi ini,” katanya dalam acara serah terima sertifikat Final EDGE secara daring, di Jakarta, Rabu (6/4).

Oleh karenanya, sambung dia perlu langkah konkret dan strategis untuk mencapai hal itu. Bangunan peribadatan seperti Masjid Istiqlal telah mengukir sejarah sebagai bangunan masjid pertama di dunia yang mendapatkan sertifikasi final Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE). Sertifikat ini menobatkan Istiqlal sebagai bangunan gedung hijau. EDGE merupakan inovasi dari International Finance Corporation (IFC), anggota kelompok bank dunia.

Penghematan Energi Masjid Istiqlal

Sebagai bangunan hijau melalui sertifikasi EDGE, Masjid Istiqlal berhasil melakukan penghematan energi sebanyak 23 % dan penghematan air sebanyak 36 %. Selanjutnya, pengurangan embodied material sebanyak 81 %. Selain itu implementasi energi terbarukan dengan penggunaan energi sebanyak 13,25 %.

“Ini merupakan langkah awal yang sangat baik menuju bangunan dengan net zero emission nantinya,” imbuhnya.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti menyatakan, Masjid Istiqlal masuk dalam amanat Peraturan Menteri PUPR Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau.

Renovasi Istiqlal sejak tahun 2019-2020 untuk memastikan fungsi utama sebagai tempat beribadah bagi umat muslim. Hal ini dengan melestarikan komponen penting bangunan sesuai dengan kaidah pelestarian. Masjid Istiqlal pun mampu menghemat sebesar 476,22 ton karbon dioksida per tahunnya.

Masjid Istiqlal dibangun tahun 1961 dan digunakan pada 22 Februari 1978. Renovasi pertama pada tahun 2019-2020. Butuh waktu 424 hari untuk proses renovasi ini dengan memakan biaya sebesar Rp 511,3 miliar. Masjid Istiqlal diresmikan kembali pada 7 Januari 2021.

Kolaborasi Melawan Perubahan Iklim

Saat ini Masjid Istiqlal menggunakan cat reflektif untuk atap dan dinding bagian luar. Selain itu ada juga pencahayaan hemat energi di ruang internal dan eksternal. Pengukur energi pintar (smart energy meters) dan panel surya yang akan mencakup lebih dari 13 % konsumsi listrik juga Istiqlal miliki.

Dengan begitu harapannya, Masjid Istiqlal akan mampu menghemat energi hingga 23 %.
Di samping itu, Istiqlal juga menggunakan keran air beraliran rendah, pengolahan dan daur ulang air buangan serta langkah-langkah efisiensi lainnya. Secara keseluruhan konsumsi air akan berkurang sebanyak 36 %.

IFC Country Manager untuk Indonesia dan Timor Leste Azam Khan menyebut, proyek Masjid Istiqlal ini merupakan pembuktikan dari kolaborasi bersama dalam melawan perubahan iklim. “Perubahan iklim mengancam kehidupan dan mata pencaharian. Serta memperlambat kemajuan dari upaya pengentasan kemiskinan terutama di tengah meningkatnya intensitas bencana terkait iklim yang terjadi, termasuk di Indonesia,” paparnya.

Ia menegaskan, renovasi Masjid Istiqlal merupakan investasi dalam infrastruktur tahan iklim, termasuk bangunan hijau, yang dapat membawa perubahan yang terukur.

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengapresiasi pemberian sertifikat Final EDGE terhadap pencapaian Masjid Istiqlal.

“Kami merasa sangat terhormat dapat menjadi masjid pertama di dunia yang mendapatkan sertifikasi Final EDGE. Pencapaian yang luar biasa ini merupakan bukti nyata dari komitmen kami untuk mendukung kelestarian lingkungan baik di kawasan Masjid Istiqlal maupun di seluruh negeri,” ungkapnya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Top

You cannot copy content of this page