KLHK akan Genjot Wisatawan Berwisata ke Kawasan Konservasi

Reading time: 1 menit
Ilustrasi: Ist.

Jakarta (Greeners) – Indonesia memiliki potensi alam yang terbentang luas. Gunung, danau, air terjun, flora fauna, dan kehidupan sosial budaya masyarakat yang ada di Indonesia seharusnya mampu menarik minat wisatawan mancanegara.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan (KLHK), Tachrir Fathoni menuturkan bahwa Indonesia yang memiliki 51 Taman Nasional dan 118 Taman Wisata Alam sudah semestinya memiliki potensi untuk menjadi tujuan pariwisata alam. Karena, menurutnya lagi, tercatat ada 521 konservasi alam di Indonesia dengan total luasan sekitar 27,20 juta hektare (ha).

“Hingga tahun 2019 nanti KLHK telah menargetkan 1,5 juta wisatawan mancanegara yang berwisata ke kawasan konservasi di Tanah Air. Diharapkan juga terjadi 20 juta perjalanan wisatawan nusantara,” jelasnya saat dihubungi oleh Greeners melalui sambungan telepon, Jakarta, Rabu (22/07).

Untuk memenuhi target tersebut, kata Tachrir, KLHK akan fokus membidik pasar di 16 negara dengan beberapa negara prioritas seperti Tiongkok, Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Rusia. Melalui wisata alam ini, diharapkan nantinya akan memberikan sumbangan hingga delapan persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan proyeksi ke depan akan menghasilkan devisa Rp 240 triliun dan menciptakan lapangan kerja sebanyak 13 juta orang.

Selain itu juga, lanjut Tachrir, sesuai dengan Permenhut Nomor 48 Tahun 2010 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam telah dimungkinkan untuk melakukan investasi wisata alam di Taman Nasional berupa usaha jasa wisata alam.

“Contohnya seperti wisata tirta, akomodasi, transportasi, wisata petualangan, dan olah raga minat khusus dengan mengajukan permohonan sebagai pemegang Izin Usaha Penyedia Sarana Wisata,” tukasnya.

Penulis: Danny Kosasih

Top