Menko Pangan: Gerakan Pilah Sampah DKI Bisa Jadi Rujukan Daerah Lain

Reading time: 2 menit
Gerakan pilah sampah DKI. Foto: DLH DKI
Gerakan pilah sampah DKI. Foto: DLH DKI

Jakarta (Greeners) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini terus menggaungkan budaya pemilahan sampah dari sumber. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan bahwa gerakan ini bisa menjadi rujukan untuk daerah lain.

Zulkifli menegaskan bahwa penanganan sampah harus menyeluruh. Untuk kondisi darurat seperti TPST Bantargebang, pemerintah pusat menyiapkan dukungan melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik atau PSEL.

Namun, ia mengingatkan bahwa solusi teknologi di hilir tetap perlu dibarengi dengan penguatan pemilahan sampah dari sumber. Menurutnya, perkantoran, sekolah, pasar, hotel, restoran, mal, dan berbagai gedung lainnya juga perlu mengambil peran dalam mengelola sampah. Melihat pencapaian DKI Jakarta, ia optimistis daerah lain dapat mencontohnya.

“Sebagai Ketua Satgas Percepatan Penanganan Sampah, saya berharap model pengelolaan sampah yang sudah berjalan baik di Jakarta dapat menjadi rujukan bagi daerah lain dalam menyelesaikan persoalan sampah melalui gerakan pilah sampah dari sumber,” kata Zulkifli di Jakarta, Minggu (21/6).

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Dudi Gardesi menyampaikan bahwa keberhasilan Gerakan Pilah Sampah dari sumber membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Karena itu, DLH DKI Jakarta akan terus memperkuat edukasi, pendampingan, dan kolaborasi agar pemilahan sampah dapat diterapkan secara konsisten.

“DLH akan terus memperkuat edukasi dan kolaborasi agar pemilahan sampah dari sumber dapat diterapkan secara konsisten dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan Jakarta,” kata Dudi.

Gaungkan Gerakan Pilah Sampah

Sementara itu, menjelang Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta dan menyongsong usia lima abad pada tahun depan, Pemprov DKI Jakarta  kembali menggelar kegiatan untuk menggaungkan Gerakan Pilah Sampah dari Sumber yang berlangsung pada Minggu (21/6).

Melalui gerakan ini, Pemprov DKI Jakarta mendorong agar pengelolaan sampah dimulai sejak dari sumbernya. Dengan memilah sampah sejak awal, beban pengangkutan dan pemrosesan akhir dapat dikurangi. Di sisi lain, sampah organik maupun anorganik masih dapat dimanfaatkan kembali melalui berbagai bentuk pengolahan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa pemilahan sampah perlu menjadi gerakan bersama masyarakat Jakarta. Menurutnya, perubahan besar dalam pengelolaan lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Menyambut HUT ke-499 Jakarta dan menuju lima abad Jakarta pada tahun depan, kita ingin meninggalkan warisan yang baik bagi kota ini, yaitu lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari. Gerakan Pilah Sampah perlu terus diperkuat agar menjadi kebiasaan bersama warga Jakarta,” ujar Pramono.

Pramono menegaskan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Partisipasi masyarakat menjadi kunci penting agar gerakan ini dapat tumbuh, meluas, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan.

Di sejumlah wilayah, gerakan memilah dan mengolah sampah dari sumber mulai menunjukkan perkembangan. Beberapa lingkungan warga, antara lain di Rorotan, Cilincing, serta wilayah Jakarta Barat, telah memanfaatkan sampah organik menjadi maggot, pakan ikan, dan pupuk. Inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih dekat dengan masyarakat, dimulai dari tingkat RT, komunitas, hingga lingkungan permukiman.

“Ketika warga mulai memilah dan mengolah sampah dari lingkungannya masing-masing, maka perubahan itu mulai terasa. Pemerintah tentu akan terus mendampingi dan memperkuat gerakan ini agar manfaatnya semakin luas,” tutur Pramono.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top