Pemerintah Harus Cepat Kendalikan Polusi Udara

Reading time: 2 menit
Langit pekat diselimuti polusi. Foto: Freepik

Jakarta (Greeners) –  Koalisi Inisiatif Bersihkan Udara Kota dan Semesta (Koalisi IBUKOTA) mendesak pemerintah cepat mengendalikan polusi udara. Koalisi meminta segera disahkannya Peraturan Gubernur (Pergub) Tentang Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU).

Belakangan dan rutin terjadi kualitas udara di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) berkategori tidak sehat. Tanpa upaya serius, berdampak kronis ke kesehatan, sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Sebelumnya, koalisi ini memangkan gugatan warga negara atau citizen law suit (CLS) kepada pemerintah atas hak udara bersih di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 16 September 2021. Ironisnya, koalisi ini menilai hingga saat ini hampir tidak ada satu hari pun warga Jabodetabek bisa menghirup udara bersih.

Warga penggugat hak udara bersih yang tergabung dalam Koalisi IBUKOTA, Elisa Sutanudjaja menilai, pengesahan Pergub SPPU lambat.

“Pemprov DKI Jakarta sangat lambat dan terlambat, padahal draft sudah ada sejak 1 tahun lalu. Ini jelas mengecewakan. Mereka menunggu kualitas udara menjadi parah dan viral dulu baru buru-buru berencana mengesahkan rencana Pergub tersebut,” kata Elisa di Konferensi Pers Koalisi IBUKOTA secara daring, Minggu, (13/8).

Senada dengan itu, Juru Kampanye Energi dan Iklim Greenpeace Indonesia, Bondan Andriyanu berharap pemerintah mengedepankan rencana strategis dan solusi jangka panjang.

Strateginya seperti inventarisasi emisi secara berkala, pengetatan baku mutu udara ambien, dan sistem peringatan dini.

Pergub SPPU Bakal Disahkan

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengungkapkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyusun SPPU dalam bentuk Pergub. Dalam waktu dekat regulasi tersebut akan Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono tanda tangani.

“Pemprov Jakarta dalam hal ini juga sudah menyusun regulasi dan ke depannya sedang menyusun strategi pengendalian dalam membentuk pergub,” imbuhnya.

Warga bermasker untuk hindari paparan polusi udara. Foto: Shutterstock

Lindungi Diri secara Mandiri dari Polusi Udara

Buruknya kualitas udara membuat masyarakat cemas. Pekerja swasta di Jakarta, Aflora Charla Adriyanti (21) khawatir melihat langit Jakarta yang selalu abu-abu akibat polusi.

“Saya kira itu mendung, ternyata polusi saking menggumpalnya si awan hitam. Akhir-akhir ini juga sering ngerasa cape, pusing dan mual,” kata Aflora kepada Greeners, Senin, (14/8).

Selain itu, dalam melindungi dirinya secara mandiri di tengah polusi udara yang buruk, Aflora rutin menggunakan masker saat naik kendaraan umum. Sebab, dirinya khawatir akan kesehatan paru-parunya.

Di sisi lain, masyarakat ibu kota dengan fasilitas air conditioner (AC) ruangan dan mobil cenderung terlena dan merasa tidak terganggu oleh penurunan kualitas udara. Hanya sekelompok masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap fasilitas tersebut yang merasakan dampak kualitas udara yang buruk. Khususnya bagi masyarakat yang sehari-harinya harus bekerja di luar ruangan.

Situasi tersebut makin pelik ketika masyarakat terpaksa secara mandiri mencari data polusi udara demi melindungi kesehatan diri sendiri dan keluarga.

Tak ada satu pun imbauan yang datang dari pemerintah terkait polusi udara. Informasi mengenai buruknya polusi udara justru muncul dari pihak-pihak non-pemerintah, baik individual hingga praktisi kesehatan.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : RIK

Top