Itik Peking, Unggas Penghasil Daging Bermutu Tinggi

Reading time: 3 menit
itik peking

Bagi yang menyukai makanan khas dari “Negeri Tirai Bambu”, maka unggas satu ini tidak asing lagi. Anas platyrhynchos domestica atau yang punya penamaan lokal Itik Peking. Fauna ini adalah unggas air tipe pedaging yang juga merupakan bahan utama hidangan makanan khas negara china (Chinese food) bernama bebek peking.

Itik peking merupakan itik pedaging yang menjadi komoditas di berbagai belahan dunia. Itik Peking menonjol dengan penampakan bulu berwarna putih. Mereka adalah komoditas unggas penghasil daging setelah ayam pedaging. Umur potong itik peking bervariasi antara 8 – 10 minggu.

Berat itik peking dapat mencapai 4,5-5 kg/ekor (Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan BPTP Jabar, 2010). Bobot badan itik Peking jantan yaitu 4,0 – 5,0 kg/ekor dan itik Peking betina yaitu 2,5 – 3,0 kg/ekor dengan waktu pemeliharaan selama 2 bulan.

Morfologi dan Ciri-Ciri

Itik Peking secara morfologi memiliki ciri berbulu putih berselaput minyak, kaki berselaput renang, tembolok berbentuk pipih, serta paruh berwarna kuning pipih.

Bentuk paruhnya yang lebar dan pipih dengan ujung tumpul menyebabkan tingkah laku minum unggas ini sering berlebih sehingga saat minum air berpotensi tumpah dan membasahi lantai. Kemudian itik pun memiliki reseptor sensitif di bagian paruh dan sekitar mata.

Dari berbagai kajian, itik Peking bersifat omnivorous (pemakan segala). Mereka memakan hewan maupun tumbuhan seperti biji-bijian, rumput-rumputan, ikan, bekicot dan keong.

Itik pun memiliki kemampuan pertumbuhan yang sangat cepat karena mampu mengkonsumsi ransum dalam jumlah yang banyak.

Ransum merupakan campuran berbagai macam bahan organik dan anorganik yang peternak berikan kepada hewan untuk memenuhi kebutuhan zat-zat makanan untuk pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi.

itik peking

Fauna ini merupakan bahan utama hidangan makanan khas negara china (Chinese food) bernama bebek peking. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Pohon Kemiri, Tanaman Rempah Endemik yang Berkhasiat

Perilaku Itik Peking

Dari segi tingkah laku istirahat, umumnya unggas terbagi menjadi dua yaitu sleeping dan dozing. Sleeping merupakan posisi leher tertelungkup dan mata tertutup sedangkan dozing merupakan posisi kepala sedikit bergerak, mata membuka menutup secara perlahan, duduk atau berdiri dengan kepala serta leher relaks.

Unggas lebih sedikit menghabiskan waktu untuk istirahat dari pada aktif. Istirahat pada pagi hari dan meningkat pada sore hari.

Keunggulan lain dari unggas adalah mereka dapat menjadi media terapi penyembuhan kasus keracunan timbal (Pb) yang telah banyak terjadi pada manusia dan hewan.

Mengacu pada penelitian, Meilisa Lidya Margarita terapi kelasi (chelation) menjadi tindakan medis unggulan untuk mengurangi efek toksik dari logam berat termasuk timbal. Protein dapat berperan sebagai kelator.

Meilisa menjelaskan secara alami protein terkandung dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari seperti daging dan telur. Telur ayam, bebek, puyuh, dan angsa merupakan telur unggas yang secara umum ditemukan di lingkungan masyarakat.

Lebih lanjut, telur bebek mengandung lemak dan protein yang lebih tinggi dan telur ayam. Selain harganya yang terjangkau, telur bebek juga cukup mudah ditemukan. Protein pada putih telur bermacam-macam termasuk ovotransferin dan ovalbumin yang memiliki daya kuat dalam mengikat logam.

Taksonomi Anas platyrhynchos domestica

taksonomi itik peking

 

Referensi

Meilisa Lidya Margarita, Institut Pertanian Bogor

Sukmaya dan Yayan Rismayanti, Petunjuk Teknis Budidaya Ternak Itik

Agus Riyanto, Universitas Diponegoro

Penulis: Sarah R. Megumi

Top
You cannot copy content of this page