10 Tips Persiapan Mendaki Gunung bagi Pendaki Pemula

Reading time: 4 menit
tips persiapan mendaki gunung
10 Tips Persiapan Mendaki Gunung bagi Pemula. Foto: Shutterstock.

“We live in a wonderful world that is full of beauty, charm and adventure. There is no end to the adventures that we can have if only we seek them with our eyes open” – Jawaharlal Nehru.

Kutipan di atas dapat menginspirasi kita untuk melakukan perjalanan menyusuri alam bebas, salah satunya ke gunung. Memperingati Hari Gunung Internasional pada 11 Desember, mungkin Anda terinspirasi untuk mendaki gunung pertama Anda? Nah, bagi Anda yang baru pertama kali ingin mendaki gunung, Greeners merangkum beberapa tips mendaki gunung untuk Anda.

Sepuluh Tips Persiapan Naik Gunung bagi Pemula

1. Pelajari lokasi tujuan pendakian

Medan setiap gunung berbeda satu dan yang lainnya, itulah kenapa mempelajari lokasi tujuan pendakian menjadi sangat penting. Mempelajari medan gunung bisa dicari dengan menggunakan internet dan bertanya pada teman atau relasi yang sudah mendaki ke gunung tersebut.

Anda perlu mengetahui teknis rute pendakian, seperti ketinggian, izin pendakian, keberadaan satwa di sekitarnya, cuaca, penyeberangan sungai atau aliran air, ketersediaan sumber air, biaya masuk, dan lain-lain. Dengan mengetahui lokasi tujuan, Anda bisa mempersiapkan stamina dan logistik dengan maksimal.

2. Berolahraga sebelum pendakian

Sebaiknya lakukan olahraga beberapa minggu sebelum hari pendakian, seperti jogging, kardio atau bersepeda. Jalur pendakian yang menanjak, udara yang dingin, dan oksigen yang menipis akan jadi halangan terberat bagi Anda.

Lakukanlah olahraga dengan rutin dan teratur, dan jangan lupa juga untuk menyeimbangkan waktu istirahat. Sertakan juga jalan kaki dan menaiki tangga dalam rutinitas harian Anda. Mempersiapkan fisik Anda membuat tubuh tidak terkejut akan tenaga yang Anda butuhkan ketika mendaki.

3. Sediakan peralatan dan perlengkapan yang tepat

Untuk kenyamanan satu sama lain, perhatikan peralatan dan perlengkapan yang harus dibawa. Peralatan ini harus sesuai dengan fungsi dan lokasi pendakian. Berikut adalah perlengkapan yang umumnya dibawa oleh para pendaki:

  • tas carrier,
  • sepatu hiking,
  • jaket, 
  • tumbler,
  • pisau lipat,
  • jas hujan,
  • alat masak portabel,
  • senter,
  • peluit,
  • kompas,
  • perlengkapan P3K (yang berisi obat-obatan dasar, bandaids, kapas, minyak penghangat tubuh dan betadine),
  • reusable bag untuk menyimpan sampah,
  • matras,
  • tenda, dan
  • sleeping bag. 

4. Tips mendaki gunung: Pahami penggunaan perlengkapan

Selain melengkapi bawaan, Anda juga harus memahami cara menggunakannya. Anda bisa mengikuti kursus atau pelatihan pendaki gunung. Bahkan pelatihannya tak hanya memahami tentang peralatan pendakian.

Anda juga bisa belajar navigasi peta, cara memanjat, risiko yang berpotensi akan terjadi dan cara pencegahannya, sampai teknik dasar pertolongan pertama. Ini pun membantu Anda untuk membuat keputusan ketika mendaki.

Selain lewat kursus atau pelatihan, Anda dapat mempelajarinya lewat internet dan menanyakan pada teman Anda yang sudah ahli. Jangan sampai Anda tidak bisa memasang tenda, tidak bisa tali temali, atau bingung akan navigasi karena tidak bisa membaca kompas, sehingga tidak membantu rekan tim pendaki Anda.

Dengan memahami penggunaannya, Anda sekaligus dapat mempertimbangkan apa yang harus Anda bawa secara detail, misalnya penggunaan tas gunung bukan tas ransel biasa.

5. Semprotkan cairan tahan air pada barang-barang Anda, baik cuaca hujan atau cerah

Meskipun tidak hujan, Anda tidak tahu bagaimana nantinya genangan air atau sungai yang harus Anda seberangi. Kemungkinan terburuknya, kalau Anda tergelincir. Maka dari itu, barang-barang yang Anda bawa sebaiknya tahan air. Jika tidak, Anda dapat membeli cairan yang membuat barang tahan air untuk Anda semprotkan ke barang-barang Anda.

Baca juga: 13 Bahan Alami Pereda Nyeri: Dari Cabai sampai Cengkeh

tips persiapan mendaki gunung

Perbekalan menjadi penting untuk mengisi tenaga dalam sebuah pendakian. Logistik yang dibawa pun harus sesuai dengan jumlah orang dalam satu grup. Foto: Shutterstock.

6. Siapkan perbekalan yang bernutrisi

Perbekalan menjadi penting untuk mengisi tenaga dalam sebuah pendakian. Logistik yang dibawa pun harus sesuai dengan jumlah orang dalam satu grup. Ketika mendaki, Anda akan membakar banyak karbohidrat dan lemak.

Maka dari itu, logistik yang biasa dibawa adalah beras, bahan makanan instan, serta camilan berupa biskuit, cokelat, kacang, dan roti. Cokelat dan gula merah sangat penting dalam pendakian karena dapat membantu untuk mengisi tenaga.

Anda juga tidak boleh sampai dehidrasi karena pendakian. Dehidrasi dapat membuat Anda kelelahan, sakit kepala, atau bahkan kebingungan. Anda harus bersiap kalau-kalau sulit menemukan sumber air yang bersih dan segar.

Bawalah sekitar dua liter air dan pastikan meminumnya ketika Anda membutuhkannya. Jangan sampai membebani sesama pendaki ketika Anda mulai pusing karena dehidrasi.

7. Lakukan peregangan sebelum mendaki

Coba lakukan peregangan dinamis untuk persiapan pendakian Anda. Peregangan dinamis mengharuskan Anda bergerak, bukan seperti peregangan statis yang biasanya menahan tiap gerakan peregangan selama 10 detik.

Contoh peregangan dinamis adalah angkat lutut bergantian, squat sampai fleksor pinggul, tendangan tinggi bergantian, atau peregangan paha bagian atas secara bergantian. Ini berguna untuk mendorong semangat Anda dan mempersiapkan otot untuk waktu pendakian.

8. Tips mendaki gunung: Jangan sampai salah kostum

Biasanya, pendaki memakai 2-3 lapisan pakaian untuk mendaki gunung. 3 lapisan tersebut biasanya terdiri dari lapisan dasar untuk menghilangkan keringat, lapisan tengah untuk melindungi tubuh Anda, dan lapisan luar yang melindungi Anda dari hujan, angin, dan salju.

Saat memilih pakaian untuk perjalanan mendaki gunung, hindari barang berbahan katun. Pilih pakaian sintetis atau wol sebagai lapisan dasar untuk menyerap keringat dan cepat kering.

9. Memperhatikan aturan-aturan pendakian

Ketika persiapan mendaki, Anda juga perlu tahu dan menghormati etika lokal. Anda sebaiknya tidak sembarangan mengganggu ketenangan satwa atau alam. Ikuti aturan serta regulasi, dan patuhi nasihat petugas pos-pos pendakian. Apalagi jika Anda melakukan pendakian ketika pandemi, seperti saat ini. Protokol kesehatan harus selalu Anda jalani.

10. Berpikir positif

Penting untuk memiliki pemikiran yang positif saat melakukan pendakian. Hal ini dilakukan untuk mensugesti mental kita bahwa kita mampu. Sebaliknya, kita akan tersendat jika berpikiran negatif. Hal ini juga bisa Anda latih dengan melakukan meditasi setiap harinya.

Perbanyak informasi selengkap-lengkapnya dan selalu ingat untuk menjaga keselamatan diri selama berada di alam bebas. Selamat mendaki!

Penulis: Gloria Safira dan Agnes Marpaung

Sumber:

Tripzilla

Outdor Inquirer

Top
You cannot copy content of this page