Woola Ciptakan Alternatif Bubble Wrap dari Wol Berkelanjutan

Reading time: 2 menit
Bubble wrap ramah lingkungan Woola. Foto: Woola, Yanko Design

Perkembangan teknologi terus berjalan dan mempermudah berbagai kegiatan manusia sehari-hari. Salah satunya yakni kegiatan berbelanja dari rumah atau biasa kita sebut dengan belanja online.

Inovasi tersebut memang memudahkan kita dalam berbelanja, namun ternyata hal itu membawa dampak buruk bagi lingkungan. Hingga saat ini, penggunaan plastik terutama bubble wrap dalam berbelanja online masih menjadi permasalahan yang tak terelakkan.

Sebuah startup dari Estonia bernama Woola membuat pilihan alternatif bubble wrap yang lebih berkelanjutan. Mereka menggunakan 90 % wol domba sisa dari Eropa yang sudah tidak terpakai. Wol sisa tersebut biasanya memiliki tekstur yang kasar sehingga tidak bisa digunakan untuk industri tekstil, namun masih memiliki kualitas seperti wol lainnya.

“Sebanyak 200.000 ton wol domba sisa yang terbuang di Eropa setiap tahun. Kami memanfaatkan bahan yang tidak terpakai itu dengan baik,” tulis Woola pada situs resminya.

Woola mencampur limbah wol dengan kertas dan membuat kemasan pelindung bebas plastik, sehingga terciptalah produk yang mereka namakan Bubble Wool. Produk ini dapat melindungi barang dengan baik dari goresan dan pecah seperti bubble wrap biasa dan tahan terhadap air.

Elastisitasnya dan ketahanannya terhadap suhu esktrem juga menjadikan wol bahan yang sempurna untuk mengemas barang yang membutuhkan kemasan ekstra. Serta yang utama, Bubble Wool dapat konsumen gunakan kembali dan dapat terurai secara hayati ketika sudah tidak digunakan. Saat ini Woola hanya menyediakan satu ukuran Bubble Wool, yakni 100 cm x 130 cm.

Dalam hal ini Woola berusaha untuk menyediakan konsumen pilihan dan mengubah kebiasaan mereka menggunakan bubble wrap. Mereka berharap produk yang mereka hadirkan dapat menjadi jalan keluar yang dapat digunakan secara global dan mengurangi penggunaan plastik.

“Mengganti bubble wrap dengan memakai bahan dasar wol hanyalah titik awal. Apa yang sebenarnya ingin kami lakukan di Woola adalah mengubah pola pikir sekali pakai dan memastikan kemasan belanja online tidak bergantung pada bahan bakar fosil,” papar Woola.

Tidak Hanya Alternatif untuk Bubble Wrap

Tidak hanya Bubble Wool, Woola juga menciptakan beberapa kemasan alternatif lainnya dengan menggunakan bahan dasar yang sama. Mereka membuat amplop surat berlapis wol yang dapat konsumen gunakan untuk dokumen, surat dan barang kecil lainnya. Produk ini mereka namakan Wool Envelope.

Wool Envelope memiliki lapisan dalam yang terbuat dari wol, sementara lapisan luar terbuat dari kertas daur ulang. Ukuran Wool Envelope tersedia dalam tiga ukuran, yakni 150 x 210 mm, 210 x 300 mm dan 280 x 390 mm.

Mereka juga menciptakan pelindung untuk botol kaca seperti yang membutuhkan bantalan ketika hendak melakukan pengiriman. Masih dalam tujuan yang sama Bottle Sleeve juga mereka hadirkan untuk mengurangi pemakaian pelindung berbahan plastik sekali pakai. Bottle Sleeve hadir dalam empat ukuran berbeda. Ketiga produk yang Woola hadirkan dapat konsumen gunakan ulang dan aman terhadap lingkungan.

Sebagai informasi, Indonesia juga mempunyai alternatif bubble wrap yang terbuat dari 90 % virgin pulp yang terbuat dari kayu berkelanjutan. Inovasi anak bangsa ini bernama Papel. Saat ini Papel terdiri dari 2 ukuran, 45 x 60 cm dan 45 x 120 cm. Konsumen dapat menggunakan Papel untuk membungkus barang yang rentan pecah, bahan makanan kering atau baju.

Penulis: Zahra Shafira

Sumber:

Website Resmi Woola

Yanko Design

Top

You cannot copy content of this page