Abdon Nababan, Lebih dari Dua Dekade Memperjuangkan Hak Masyarakat Adat

Reading time: 6 menit
abdon nababan

Abdon Nababan. Foto: greeners.co/Arief Tirtana

Penjelasan kartu pos

Lahir dan besar dalam lingkungan masyarakat adat, Abdon sempat mengalami kesulitan dimasa-masa awal dirinya memutuskan berkarier pada gerakan masyarakat melalui Lembaga Sosial Masyarakat (LSM). Kesulitan itu muncul bukan kerena penolakan keluarga akan pilihannya, namun lebih kepada ketidak tahuan mereka akan apa yang sebenarnya dikerjakan oleh Abdon.

“Bapak saya guru, ibu saya petani, saya dari lingkungan masyarakat adat yang kalau disebut keluar dari kampung , yang dinamakan pekerjaan itu jadi PNS mengabdi pada negara atau menjadi karyawan swasta, sementara saya keduanya tidak,” terang Abdon.

Ketidak tahuan keluarga mengenai LSM yang pada masa Orde Baru belum banyak seperti sekarang membuat Abdon harus terus menjelaskannya khususnya kepada kedua orang tuanya. Namun ini bukan hal yang mudah karena bukan semata menerangkan pekerjaan, namun juga menjawab jumlah gaji, siapa yang membayar, dan pekerjaannya seperti apa.

Namun satu hal yang disadarinya bahwa bagaimanapun orang tuanya memiliki keinginan untuk bisa merasakan kebangaan kepada anak yang dibesarkan, Abdon pun mencari cara bagaimana membuat orang tuanya bisa bangga meski tidak tahu persis apa yang dia kerjakan.

Nilai lebih pekerjaannya saat itu yang bergerak pada bidang lingkungan yang isunya global, membuat Abdon cukup sering bepindah kota bahkan negara. Dari situ dirinya memiliki inisiatif untuk mengirimkan kartu pos dari setiap tempat yang ia kunjungi kepada Bapaknya di kampung.

“Saya menghibur Bapak dengan mengirim kartu pos dari setiap kota yang saya datangi, sehingga ketika Bapak saya menerima, dia bisa dengan bangga bercerita bahwa anaknya sedang di Amerika, sedang disini disana. Jadi sebenanya yang saya berikan bukan penjelasan tapi memberikan bahwa saya ini melakukan tugas diberbagai tempat,” kenang Abdon yang sampai sekarang masih aktif diberbagai organisasi nasional mapun internasional.

Seiring tumbangnya rezim orde baru dan LSM menjadi entitas yang baru, perlahan kedua orang tuannya mulai menyadari juga apa yang dikerjakannya adalah pekerjaan yang penting.

“Perlahan bahwa ternyata organisasi yang dibangun anak saya selama ini melawan pemerintah yang menindas, bermanfaat buat bangsa. Jadi ada kebangaan buat orang tua saya,” ujar Abdon menutup pembicaraan.

Penulis: AT/G39

abdon nababan

 

Top
You cannot copy content of this page