Berita Harian

Langkah Hijau: Hitung Emisi Pribadi, Langkah Awal Menambal Krisis Iklim
Berita Harian
1 Des 2020

World Resources Institute (WRI) Indonesia mencatat 97 persen ilmuwan iklim dunia sepakat bahwa masalah krisis iklim akibat dari kegiatan manusia. Salah satunya melalui kontribusi gas emisi dan polusi hasil dari kegiatan sehari-hari. Sebanyak 24 persen emisi bersumber dari sektor transportasi. Dari persentase tersebut 72 persennya berasal dari transportasi darat. Inisiatif Langkah Hijau  berupaya menambal kerusakan ini, mulai dengan menghitung jumlah emisi masing-masing individu.

Korupsi Benih Lobster, Lobster di dalam Kandang
Berita Harian
28 Nov 2020

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan sebagai tersangka dugaan suap ekspor benih lobster. Dengan tertangkapnya Edhy Prabowo, aktivis perikanan mendesak KPK melakukan penyelidikan dan pengusutan lebih dalam. Utamanya kepada sejumlah perusahaan yang telah melakukan ekspor benih lobster berdasarkan izin dari Edhy Prabowo.

Survei Pilkada 2020: Cuma Sepuluh Persen Anak Muda yang Merasa Topik Lingkungan Penting
Berita Harian
27 Nov 2020

Hajatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan berlangsung serentak pada 9 Desember 2020. Komisi Pemilihan Umum mencatat pemilih muda pada 2019 berjumlah sekitar 60 juta orang. Angka ini setara denngan 31 persen dari total pemilih. Besaran ini menjadikan anak muda sebagai kelompok pemilih yang signifikan. Hanya saja, hasil survei teranyar menunjukkan cuma sepuluh persen kaum pemuda yang merasa topik lingkungan penting.

Pasar bunga dan potensi flora tanah air
Berita Harian
26 Nov 2020

Pakar tanaman yang juga Ketua Komite Tetap Hortikultura, Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia, Karen Tambayong, menekankan Indonesia perlu menjadikan tanaman sebagai salah satu kekuatan nasional. Pasalnya, Indonesia kaya akan keanekaragaman flora.

Implementasi SDGs tersendat anggaran.
Berita Harian
25 Nov 2020

Presiden Indonesian Business Council for Sustainable Development (IBCSD) , Shinta Widjaja Kamdani, merinci permasalahan dalam implementasi agenda pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDGs) oleh berbagai perusahaan di Indonesia. Navigator Research, lanjut Shinta, menyebut 91 persen perusahaan mendukung pembangunan berkelanjutan. Perusahaan ini juga mengklaim menyokong dasar lingkungan yang lebih kuat. Hanya saja, pada kenyataannya hanya 27 persen perusahaan yang mampu mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dengan produk buatannya.

RAN mencatat setidaknya sembilan perusahaan yang melakukan deforestasi di kawasan Aceh Timur.
Berita Harian
24 Nov 2020

Direktur Kebijakan Hutan RAN, Gemma Tillack, mengatakan setiap perusahaan besar mengambil langkah berbeda untuk berperan dalam mengatasi perusakan KEL. Perusahaan seperti PepsiCo dan Unilever kerap mengambil inisiatif dengan menghentikan suplai dari para produsen minyak sawit bermasalah. Beberapa nama lain seperti Nestle, Mars, dan Mondelez telah gagal berkomitmen untuk turut serta melindungi KEL.

Top