Berita Harian
Awal tahun 2019 ini keanekaragaman hayati Indonesia patut bergembira. Jumlah jenis burung di Indonesia dikabarkan bertambah enam jenis.
Pemerintah saat ini tengah gencar menangani kebakaran hutan dan lahan gambut di Riau, Sumatera Barat. Menurut pemantauan BNPB dan KLHK, titik api di Kabupaten Bengkalis dan Dumai sudah berkurang.
Pada Rakernis bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK menargetkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) lima tahun ke depan lebih meningkat.
DPR menganggap bahwa RUU Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya belum perlu diundangkan karena UU No. 5/1990 dianggap masih relevan dengan permasalahan SDA saat ini.
Program yang awalnya bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke TPA ini, kini berubah menjadi sumber ekonomi masyarakat dan menghasilkan omzet miliaran rupiah.
Dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019 kembali diadakan kegiatan bersih sampah serentak di delapan lokasi berbeda di Jawa Tengah.
Proyek Citarum Harum merupakan upaya masif untuk mengembalikan Sungai Citarum seperti sedia kala. Proyek ini mulai menampakkan hasil, permukaan sungai Citarum tidak lagi kusam dan kotor.
Pada peringatan HPSN 2019 pemerintah fokus pada penanganan pencemaran sampah plastik. Pemerintah juga meluncurkan Gerakan Indonesia Bersih untuk menangani permasalahan sampah di Indonesia.
Ketua Indonesia Solid Waste Association (InSWA) sekaligus Ahli Persampahan, Sri Bebassari mengatakan bahwa TPA dengan sistem pembuangan terbuka seharusnya sudah tidak ada lagi di Indonesia.
Revolusi industri 4.0 bisa menjadi harapan dan tantangan bagi Indonesia, khususnya pada sektor kelestarian lingkungan hidup.
Greenpeace Indonesia menyatakan 11 perusahaan yang diklaim Jokowi sudah diberi denda dengan nilai total mencapai Rp18,9 triliun hingga saat ini belum membayar denda ke pengadilan.
WALHI menilai kedua Calon Presiden 2019 cenderung tidak menguasai atau menghindari pembahasan-pembahasan yang bersifat subtantif terkait lingkungan.
Peningkatan muka laut dan mencairnya lapisan es kutub mungkin tidak menyebabkan kekacauan iklim, tapi kedua hal tersebut jelas membuat pola cuaca semakin tidak bisa diprediksi.










































