Jakarta dan Jawa Barat Kebagian ‘Jatah’ Gerhana Matahari Sebagian

Reading time: 2 menit
Ilustrasi: pixabay.com

Jakarta (Greeners) – Meskipun DKI Jakarta dan wilayah Jawa Barat tidak menjadi jalur gerhana matahari total yang akan berlangsung pada 9 Maret 2016 mendatang, namun masyarakat Jakarta dan Jawa Barat masih bisa menyaksikan fenomena gerhana matahari parsial atau sebagian.

Berdasarkan sebarannya, gerhana matahari sebagian ini bisa dinikmati di Padang (95,43 persen), Bandung (88,76 persen), Denpasar (76,53 persen), Kupang (65,49 persen), Surabaya (83,08 persen), Banjarmasin (98 persen), Manado (96,66 persen), Jakarta (88,76 persen), Pontianak (92,96 persen), Makassar (88,54 persen), serta Ambon (86,90 persen).

Menurut Astronomy Comunicator yang juga Co-Founder Langit Selatan, Avivah Yamani, warga Jakarta dan Jawa Barat bisa menyaksikan fenomena gerhana matahari sebagian mulai pukul 06.19 WIB. Puncak gerhana matahari sebagian akan terjadi pada pukul 07.21 WIB dan berakhir pada pukul 08.31 WIB. Sedangkan durasi berlangsungnya fenomena ini di Jakarta yaitu 2 jam 11 menit.

“Jadi, warga Jakarta dan sekitarnya yang tidak dilalui jalur gerhana matahari total masih bisa ikut terlibat merayakan fenomena ini. Hanya saja siap-siap bangun lebih pagi ya,” katanya, Jakarta, Jumat (26/02).

Tabel sebaran gerhana matahari sebagian di beberapa wilayah di Indonesia. Sumber: Langit Selatan

Tabel sebaran gerhana matahari sebagian di beberapa wilayah di Indonesia. Sumber: Langit Selatan

Sedangkan untuk beberapa kota di Jawa Barat, gerhana matahari sebagian akan melintasi wilayah Bandung, Pelabuhan Ratu, Bogor, Depok, Cibinong, Sukabumi, Bekasi, Cianjur, Cikarang, Kawarang, Purwakarta, Soreang, Ngamprah, Cimahi, Subang, Garut, Sumedang, Singaparna, Tasikmalaya, Majalengka, Ciamis, Indramayu, Sumber, Kuningan, Banjar, Parigi dan Cirebon.

Untuk mengamati gerhana matahari sebagian, lanjut Avivah masyarakat tidak diperbolehkan untuk melihat langsung dengan mata telanjang karena dampaknya akan sama seperti melihat matahari secara langsung pada saat biasa. Penting untuk melindungi mata mengingat sinar matahari yang tidak tertutup bulan bisa menyilaukan dan merusak retina.

“Bagi masyarakat yang ingin mengamati gerhana matahari sebagian harus menggunakan filter seperti kacamata gerhana, kamera lubang jarum, sun projector atau pemantul cahaya matahari,” tukasnya.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page