Kalimantan Dikepung Asap

Reading time: 2 menit
Ilustrasi: greeners.co

Jakarta (Greeners) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaparkan, berdasarkan pantauan dari satelit Modis hingga hari ini, Selasa, 7 Oktober 2014, hanya titik api di wilayah Sumatera Selatan yang berkurang, dari sebelumnya 127 titik api menjadi 102 titik api atau hotspot.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, tim gabungan dari TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, masih akan terus melakukan upaya pemadaman titik api kebakaran hutan dan lahan (karlahut) yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Berdasarkan pantauan satelit Modis, terang Sutopo, tercatat hotspot di Kalimantan Tengah (Kalteng) sebanyak 649, Kalimantan Barat (Kalbar) 128, Kalimantan Selatan (Kalsel) 202, Kalimantan Timur (Kaltim) 101, Riau 15, dan Lampung 10 titik api.

“Sedangkan untuk di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) pada hari Selasa ini sebanyak 102 titik api,” ujar Sutopo saat dikonfirmasi oleh Greeners, Jakarta, Selasa (07/10).

Kondisi ini, lanjut Sutopo, dikarenakan pembakaran hutan yang masih terus terjadi dan menyebabkan kualitas udara menurun. Saat ini, konsentrasi partikulat PM10 pada pukul 08.00 WIB terhitung di Palembang 543, Banjarmasin 157, dan Pontinak 169.

“Itu artinya kualitas udara sudah tidak sehat, bahkan di Palembang sudah sangat tidak sehat,” katanya.

Lebih lanjut Sutopo menjelaskan, di Kalimantan Tengah sendiri terdapat 649 hotspot yang tersebar di Kotawaringin Barat 14, Kotawaringin Timur 110, Kapuas 124, Barito Selatan 25, Sukamara 34, Lamandau 14, Seruyan 48, Katingan 79, Pulang Pisau 134, Gunung Mas 9, Murung Raya 23, dan Palangka Raya 35.

Di Kalsel hotspot ada di Tanah Laut 17, Kota Baru 24, Banjar 24, Barito Kuala 51, Tapin 40, Hulu Sungai Selatan 16, Hulu Sungai Tengah 5, Hulu Sungai Utara 3, Tabalong 2, dan Tanah Bumbu 20.

Menurut Sutopo, saat ini BNPB telah mengerahkan 2.200 personil TNI dan 1.050 personil Polri untuk membantu BPBD, Manggala Agni, dan lainnya untuk pemadaman di darat. Sementara, untuk satgas udara BNPB bersama BPBD, saat ini masih melakukan water bombing dari udara dan modifikasi cuaca di Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, dan Kalteng.

“Sekarang satu helikopter telah dipindah dari Riau ke Sumsel dan sedang dipakai untuk ulang tahun TNI, setelah itu akan digunakan lagi untuk water bombing atau modifikasi cuaca di Sumsel,” jelasnya.

(G09)

Top