LIPI Kembangkan Kawasan Biovillage

Reading time: 2 menit
biovillage
Ilustrasi: pixabay.com

Jakarta (Greeners) – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah mengembangkan kawasan dengan konsep biovillage. Program prioritas Kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI ini akan diterapkan di kawasan seluas 189 hektare di Cibinong Science Center.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI, Enny Sudarmonowati mengatakan bahwa konsep tersebut akan menyatukan pengembangan pangan, pakan, pupuk, dan energi dalam satu kawasan terpadu yang dapat digunakan untuk memajukan daerah.

“Saat ini Kalimantan Utara sudah tertarik ingin mengembangkan konsep biovillage ini. Konsep ini juga nantinya bisa menjadi etalase hasil riset yang diintegrasikan dengan konsep zero waste dengan harapan dapat direplikasi di daerah lain,” terangnya, Jakarta, Rabu (31/08).

BACA JUGA: LIPI Klaim Temukan Teknologi Plastik Ramah Lingkungan

Open house biovillage telah dilakukan di Cibinong Center -Botanic Garden pada Senin lalu. Produk-produk dan teknologi yang ditampilkan di kawasan biovillage LIPI merupakan teknologi sederhana yang mudah diadopsi dan direplikasi.

“LIPI melalui program meat-milk pro meresmikan unit pengolahan susu yang dilengkapi dengan laboratorium dan ruang kelas. Program ini merupakan program kerja sama antara LIPI dengan pihak swasta dengan sejumlah program yang akan dilakukan diantaranya adalah susu goes to school yang akan dilakukan secara periodik untuk para pelajar di wilayah Bogor dan sekitarnya,” lanjut Enny.

Menurut Enny, saat ini produksi susu dalam negeri masih belum cukup untuk menutupi kebutuhan konsumen dalam negeri. Produk susu dalam negeri hanya mampu menutup 30 persen dari kebutuhan susu dalam negeri, sementara 70 persennya harus diimpor dari luar negeri.

BACA JUGA: UU Paten Perkuat Perlindungan Sumber Daya Genetik

Diperkirakan unit pengolahan susu tersebut nantinya mampu memproduksi sekitar 20 ton susu dalam satu hari. Unit pengolahan susu ini juga akan mengembangkan teknologi pengolahan susu yang menghasilkan produk susu pasteurisasi, yogurt, dan keju yang terintegrasi dengan program biovillage. Susu yang diproduksi dalam unit ini dinyatakan merupakan 100 persen susu segar dan kedepannya diharapkan dapat dikembangkan sebagai susu fungsional untuk mengobati suatu penyakit.

“Di lokasi biovillage ini juga ada teknologi pengolahan limbah organik menjadi kompos, teknologi pengolahan limbah kantor (kertas dan plastik), peternakan lebah madu di bawah tegakan tanaman buah koleksi, produksi bibit unggul buah tropis dan tanaman penghijauan, dan pengelolaan taman atau kebun edukasi plasma nutfah, seperti taman kupu, plasma nutfah buah, dan domestikasi hewan opossum,” tutupnya.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page