Rumah Tangga Diminta Berdayakan Ragam Pangan Lokal

Reading time: 2 menit
Ilustrasi: Ist.

Jakarta (Greeners) – Saat ini bumi ini sudah dihuni oleh lebih dari 7,3 miliar manusia. Hasil proyeksi Biro Pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama 25 tahun mendatang akan terus meningkat; dari 238,5 juta pada tahun 2010 menjadi 305,6 juta pada tahun 2035.

Catatan Biro Pusat Statistik pada September 2014 juga menunjukkan bahwa dari populasi masyarakat yang ada saat ini, sekitar 27,7 juta jiwa masuk dalam kategori miskin. Mereka rentan dalam memenuhi kebutuhan dasar utamanya yaitu pangan, sementara Indonesia diberkahi dengan ketersediaan sumber daya pangan yang seakan tidak terbatas.

M.S. Sembiring, Direktur Eksekutif Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), mengatakan, Indonesia memiliki lahan pertanian subur yang menghasilkan bermacam-macam tanaman, beragam ternak, sungai yang dihuni oleh berbagai jenis ikan, dan laut luas yang menawarkan aneka sumber protein hewani yang masih tersedia luas untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat Indonesia.

Namun sayangnya, tidak semua potensi itu tergarap menjadi pangan yang dibutuhkan oleh dan tersedia bagi semua orang. Untuk itu, lanjut Sembiring, untuk membangun kedaulatan pangan tingkat nasional tentu harus diawali dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Rumah tangga diharapkan mulai mengembangkan ragam pangan lokal.

“Konsumsi sumber pangan lokal yang terus-menerus bisa menjaga kelestarian tanaman pangan lokal. Karena petani akan mulai membudidayakan sumber tanaman lokal seiring peningkatan kebutuhan konsumsi yang berujung terjaganya sumber keanekaragaman hayati tanaman lokal,” jelas Sembiring, Jakarta, Sabtu (11/07).

Sedangkan perempuan khususnya Ibu sebagai pengelola rumah tangga yang selalu menjadi garda terdepan dalam menyediakan makanan pokok setiap harinya masih harus berjibaku tak hanya untuk urusan dapur, tapi juga merawat anak hingga orang tua.

Akibatnya, para perempuan ini menyampingkan kebutuhannya sendiri. Dampak lebih buruk terjadi pada para perempuan yang tinggal di daerah konflik, wilayah terdampak perubahan iklim hingga kawasan ekstremis. Maka dari itu, “Melindungi Penduduk Rentan Dalam Situasi Bencana” menjadi tema besar pada perayaan World Population Day atau perayaan Hari Populasi Dunia tanggal 11 Juli 2015 ini.

Sebagai informasi, sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya memperkuat penganekaragaman pangan berdasarkan kearifan lokal di seluruh Indonesia. Selain beras, masih banyak makanan pokok lain yang dikonsumsi oleh masyarakat di berbagai daerah.

Amran menjelaskan, diversifikasi pangan merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pangan rakyat. Pasalnya, masyarakat tertentu bukan konsumen beras, karena itu pangan lokal mereka juga perlu ditingkatkan produksinya agar kebutuhan pangan mereka juga terpenuhi. Penganekaragaman pangan akan dilakukan dengan melihat potensi masing-masing daerah.

Diversifikasi pangan ini juga suatu bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal di daerah-daerah. Amran berjanji tidak akan hanya fokus meningkatkan produksi padi, jagung, dan kedelai, tapi juga pangan lokal seperti sagu, umbi-umbian, dan sebagainya.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page