Wilayah Indonesia Tengah Miliki Terumbu Karang Paling Baik

Reading time: 2 menit
Terumbu karang di Wakatobi. Foto: Craig D/flickr.com

Jakarta (Greeners) – Meskipun kondisi terumbu karang di Indonesia bagian timur mengalami penurunan, khususnya yang berada di wilayah remote area (tak terjangkau) dan mengalami kerawanan aktivitas pengeboman, namun ternyata masih ada wilayah dengan kondisi terumbu karang yang berstatus baik.

Ketika dihubungi oleh Greeners, Peneliti Senior Oseanografi LIPI, Prof. Suharsono mengatakan bahwa kondisi terumbu karang Indonesia secara umum adalah lima persen berstatus sangat baik, 27,01 persen dalam kondisi baik, 37,97 persen dalam kondisi buruk, dan 30,02 persen dalam kondisi jelek sesuai dengan penelitian dari tahun 1993 hingga 2015 yang diambil dari 93 daerah dan 1.259 lokasi.

“Bila dibagi menjadi tiga wilayah Indonesia, yakni bagian barat, tengah dan timur, kondisi terumbu karang paling buruk dan semakin menurun di wilayah Indonesia timur,” tuturnya, Jakarta, Sabtu (13/02).

Sedangkan untuk wilayah yang kondisinya paling baik, lanjutnya, berada di Indonesia bagian tengah dengan 5,48 persen terkategori sangat baik, 29,39 persen baik, 44,38 persen buruk, dan 20,75 persen jelek. Sementara untuk status Indonesia bagian barat ialah 4,94 persen sangat baik, 28,92 persen baik, 36,68 persen buruk, dan 29,45 persen jelek.

Menurut Suharsono, tren kondisi terumbu karang di dunia khususnya di Jepang dan Australia sedang mengalami penurunan. Penyebab kerusakan terumbu karang di antaranya karena pemakaian alat tangkap yang merusak, peningkatan pencemaran, permasalahan global pemicu bleaching (pemutihan, red) karang, serta penyakit karang dan predasi.

Ia berharap ke depan agar kerusakan terumbu karang ini bisa dicegah mengingat terumbu karang merupakan kekayaan laut yang berpotensi mengangkat pariwisata Indonesia. Bahkan, terumbu karang juga dapat mengangkat perekonomian masyarakat.

Dengan melakukan transplantasi karang, Suharsono menjamin budidaya ini akan bersifat ramah lingkungan, zero waste, dan green activities. Saat ini, katanya, kegiatan transplantasi telah melibatkan 2.000 pekerja dan sebanyak 49 jenis karang telah diperdagangkan secara internasional dan 21 jenis baru dalam taraf uji coba dan akan memasuki pasar internasional.

“Transplantasi karang merupakan satu-satunya kegiatan yang selalu dipantau dan diaudit. Kegiatan ini juga membuka lapangan pekerjaan baru dan mengurangi pengangguran,” tandasnya.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page