Cempaka Wangi, Flora Identitas Aceh yang Memesona

Reading time: 3 menit
Flora ini tergolong tanaman purba. Foto: Freepik

Bungong Jeumpa adalah judul lagu daerah yang berasal dari Provinsi Aceh. Lagu ini diciptakan oleh seniman setempat, yang mana bercerita tentang keindahan bunga cempaka wangi yang tumbuh di daerah tersebut. Sudah pernah melihat wujud bunga ini?

Bunga cempaka, cempaka wangi atau biasa disebut cempaka kuning, merupakan jenis pohon hijau abadi berpokok besar yang mampu menghasilkan bunga-bunga indah serta beraroma semerbak.

Jenis tumbuhan ini sebenarnya berasal dari India dan tersebar luas di kawasan Asia Tenggara. Namun popularitasnya sangat tinggi di Aceh, sehingga didaulat sebagai flora identitas bagi provinsi tersebut.

Secara klasifikasi, bunga cempaka termasuk dalam famili Magnoliaceae. Ini merupakan satu dari 128 spesies Magnolia yang pakar temukan di dunia, sehingga mempunyai nama ilmiah M. champaca.

Morfologi dan Ciri-Ciri Bunga Cempaka Wangi

Tinggi cempaka wangi dapat mencapai 50 meter, sedangkan diameter batangnya berkisar 180 cm. Selain itu, batang tersebut tumbuh lurus dengan permukaan kulit halus dan berwarna cokelat keabu-abuan.

Walau disebut sebagai cempaka kuning, beberapa spesies M. champaca nyatanya menghasilkan bunga berwarna putih. Lalu, tumbuhan ini juga memiliki buah berbentuk bulat-bulat kecil berwarna cokelat.

Menariknya, menurut riset bunga cempaka tergolong sebagai tanaman purba. Fosil-fosil yang berhasil ahli temukan memberi sebuah indikasi, yang mana tumbuhan tersebut telah ada sejak 95 tahun silam.

Selain cempaka putih dan kuning, ada pula jenis cempaka merah dan ungu. Kedua cempaka tersebut sangat sulit ditemukan di Indonesia, sebab lebih banyak dikembangbiakkan di daerah China dan Jepang.

Cempaka merah dapat kita kenali dari waktu mekarnya hanya berkisar 2 jam. Sedangkan cempaka ungu memiliki aroma yang sangat harum, serta biasanya tumbuh di kawasan pegunungan atau dataran tinggi.

Habitat dan Cara Menanam Cempaka Wangi

Secara alami, cempaka wangi tumbuh di daerah hutan dengan kondisi tanah yang subur. Mereka sejatinya dapat tumbuh di banyak tempat, tetapi hanya sampai pada ketinggian 1.600 meter di atas laut saja.

Berdasarkan peta persebarannya, tumbuhan berordo Magnoliales itu tersebar dari wilayah India, Indo-China, hingga ke Sememanjung Malaya. Mereka juga bisa kita jumpai di Indonesia, seperti di Pulau Sumatra.

Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Pulau Jawa juga menjadi habitat bagi pohon tersebut. Jika Anda tertarik untuk memelihara flora ini, berikut sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan.

  1. Siapkan bibit cempaka yang berasal dari cangkok atau stek berkualitas baik.
  2. Sediakan media tanam berupa campuran pasir, kompos, dan tanah. Kita bisa secara langsung menanamnya di atas lahan atau menggunakan wadah seperti pot.
  3. Buat lubang pada media tanam sesuai ukuran bibit. Masukkan bibit bunga dan tutup dengan tanah dengan sedikit pemadatan.
  4. Agar tanaman berdiri tegak, tambahkan kayu sebagai penyangga.
  5. Tempatkan pot di area yang terkena matahari pagi dan sore hari.
  6. Siram secara rutin agar pertumbuhannya optimal.
  7. Berikan pupuk setiap 1–2 bulan sekali, serta ganti media tanam lama dengan yang baru.

Manfaat Cempaka Wangi bagi Kesehatan

Selain berguna sebagai penghias, bunga cempaka wangi juga memiliki segudang khasiat bagi kesehatan. Ini mengandung zat liriodenine dan alkaloid mikelarbina, sehingga bermanfaat sebagai obat diuretik.

Selain itu, bunga cempaka dapat digunakan sebagai bahan detosifikasi. Air rebusannya sangat baik untuk dikonsumsi secara rutin, sebab dapat membantu mengeluarkan racun dari tubuh melalui urin.

Selain diuretik, sifat wangi yang terkandung pada bunganya juga dapat mengatasi bau badan. Jika ingin sensasi yang berbeda, maka Anda bisa merendam bunga tersebut di dalam air dan gunakan untuk mandi.

Bagi para penderita batuk berdahak, perut kembung dan vertigo, flora ini dapat diolah sebagai obat herbal. Agar lebih ampuh, campurkan air rebusan cempaka dengan jahe, kapulaga, dan kulit jeruk.

Taksonomi Spesies Magnolia Champaca

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page