Malassezia Furfur, Jamur Patogen Penyebab Ketombe Rambut

Reading time: 2 menit
Jamur ini termasuk kelompok jamur yang bisa hidup di kulit kepala. Foto: Shutterstock

Masalah rambut berketombe dapat terjadi pada siapa saja, baik wanita maupun pria. Bukan cuma salah memilih sampo, masalah ini dapat terjadi akibat serangan jamur patogen. Sudah tahu jenis jamur yang dapat menyebabkan ketombe? Inilah Malassezia furfur.

Jamur Malassezia furfur sebelumnya dikenal sebagai Pityrosporum orbiculare, Pityrosporum ovale, dan Pityrosporum furfur. Ini adalah spesies lipofilik yang mempunyai bentuk dimorfik.

Secara taksonomi, fungi Malassezia sendiri tergabung dalam divisi Basidiomycota dan famili Malasseziaceae. Namanya diambil dari seorang dokter asal Prancis, Louis-Charles Malassez.

Tidak cuma ketombe, jamur itu juga disebut-sebut bertanggung jawab atas munculnya panu dan dermatitis seboroik. Ini sebenarnya tidak berbahaya tetapi dapat mengganggu aktivitas.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Malassezia Furfur

Malassezia merupakan salah satu kelompok jamur yang hidup di kulit kepala sebagai normal flora. Untuk mengetahui ciri-ciri jamur ini, Anda dapat mengidentifikasinya melalui dua cara;

– Karakteristik mikroskopik

Secara mikroskopik, dimensi fungi Malassezia furfur diperkirakan mencapai 1,5-5,0 x 2,5-8,0 mikrometer. Ukuran sel reproduksinya 5 mikrometer, dengan sel-sel yang berbentuk kapsul.

Terkadang, bentuk sel-sel tersebut mirip seperti pin boling. Masing-masingnya menghasilkan satu fialokonidia tunggal, selanjutnya diikuti oleh tunas berturut-turut di tempat yang sama.

– Karakteristik makroskopik

Koloni Malassezia furfur tumbuh lambat, muncul pada suhu 35-37 derajat Celsius. Koloninya ini mulanya berwarna putih atau putih kekuningan, lalu menjadi kusam dan berwarna krem.

Bentuk koloni fungi ini mirip seperti koloni bakteri, permukaannya halus atau agak berkerut. Sedangkan hifa sangat jarang muncul, kalaupun ada ukurannya sekitar 2-3 mikrometer saja.

Penyebab dan Faktor Pertumbuhan Malassezia Furfur

Dalam jumlah normal, jamur Malassezia furfur tidak akan menimbulkan gejala apapun pada kulit kepala. Ini dapat menimbulkan risiko apabila jumlah serta pertumbuhannya meningkat.

Kondisi udara panas dan lembap dapat mempercepat pertumbuhan fungi. Sedangkan faktor pemicu lain dapat disebabkan oleh kebiasaan jarang mencuci rambut serta hipersensitivitas.

Hipersensitivitas ini merujuk pada komposisi sampo, yang mungkin tidak cocok dengan kulit kepala kita. Hal tersebut akhirnya memicu peradangan serta pertumbuhan fungi Malassezia.

Perlu diingat, kelompok fungi ini termasuk sebagai patogen oportunistik. Mereka tidak cuma memicu penyakit kulit, tetapi menyerang seseorang dengan sistem kekebalan tubuh rendah.

Karena itu, orang-orang dengan penyakit tertentu (seperti Parkinson dan HIV) biasanya lebih rentan terserang. Jika dibiarkan, hal ini dapat memicu komplikasi penyakit yang lebih serius.

Pengobatan dan Pencegahan Infeksi Malassezia Furfur

Pertumbuhan jamur Malassezia furfur umumnya dapat dikendalikan dengan mudah. Selain menghindari faktor penyebab, berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa kita lakukan.

  • Kelola stres; tingkat stres tinggi dapat memperlemah sistem kekebalan tubuh, sehingga memperburuk kondisi kulit tertentu seperti dermatitis seboroik, eksim dan psoriasis.
  • Perbaiki pola makan; biasakan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti menu-menu yang kaya akan asam lemak omega-3, seng, vitamin B dan probiotik.
  • Batasi produk rambut berbahan kimia; terutama produk-produk yang dapat mengiritasi kulit atau meninggalkan minyak.
  • Hindari mandi dengan air panas; sebaiknya gunakan air hangat atau dingin saat mencuci rambut dan badan.

Selama tidak terjadi komplikasi, langkah pengobatan medis pada dasarnya tidak dibutuhkan. Namun jika mengalami gejala-gejala berikut ini, maka segera periksakan diri Anda ke dokter.

  • Kulit kepala terasa gatal
  • Terdapat sisik berminyak atau kering pada kulit
  • Dalam kasus yang lenbih parah, muncul benjolan bersisik kekuningan hingga kemerahan di sepanjang garis rambut.

Taksonomi Spesies Jamur Malassezia Furfur

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page