Pohon Cengkeh, Flora Kaya Guna yang Diburu Berbagai Bangsa

Reading time: 3 menit
pohon cengkeh
Pohon Cengkeh, Flora Kaya Guna yang Diburu Berbagai Bangsa. Foto: Shutterstock.

Pohon Cengkeh atau Cengkih (Syzygium aromaticum) adalah sejenis tanaman rempah yang berasal dari keluarga Myrtaceae. Tanaman ini merupakan komoditas asli Indonesia yang banyak juga akrab dengan masyarakat di wilayah Zanzibar, India, Sri Lanka hingga Madagaskar.

Melansir berbagai sumber, pemanfaatan cengkeh telah berlangsung sejak abad ke-4. Mulanya flora ini berfungsi sebagai pewangi alami, lalu berkembang menjadi bahan masakan dan ramuan obat.

Di negeri Tiongkok, warga biasa memasukkan cengkeh ke dalam peti mati. Perwira yang ingin menghadap sang kaisar juga wajib mengunyah cengkih agar aroma tubuh dan nafasnya lebih segar.

Menariknya, di wilayah Persia pohon cengkeh justru terkenal sebagai lambang cinta. Baru pada tahun 1980-an lah, tanaman yang satu ini mulai pengrajin campurkan dengan tembakau menjadi rokok kretek.

Morfologi dan Ciri-Ciri Pohon Cengkeh

Secara morfologi, pohon cengkeh termasuk jenis tumbuhan perdu dengan karakteristik batang yang besar dan berkayu keras. Tingginya bisa mencapai 15-40 m dengan kanopi yang berbentuk silindris.

Pada beberapa varietas, bentuk kanopi tersebut bahkan tampak seperti piramid dan bulat telur. Sedang batang percabangannya tergolong banyak dengan bentuk bulat yang mengkilap.

Daun cengkeh memiliki bentuk lonjong sampai elips, panjangnya berkisar 7-13 cm dengan lebar antara 3-6 cm. Letak daun tersebut biasanya berhadap-hadapan, posisinya tepat di bagian ranting.

Sebab bersifat terminal, pembentukan bunga pada tumbuhan ini terjadi di bagian ujung kuncupnya. Proses itu ditandai dengan munculnya tunas-tunas ujung yang tumpul serta berwarna hijau.

Setelah fase pembungaan, terbentuklah buah cengkih sepanjang 2,5-3,5 cm. Diameternya mencapai 1-2 cm, dengan karakterisitk daging yang tebal serta berwarna hijau kemerahan.

Jika sudah masak, buah pohon cengkeh berubah warna menjadi merah tua keungu-unguan. Biji cengkih berbentuk agak memanjang, dengan lebar 0,8 cm dan panjang berkisar 1,5-2 cm.

Berdasarkan penelitian ahli, biji buah tersebut tidak melekat pada bagian dagingnya. Ia juga memiliki dua keping biji dikotil dengan tekstur yang cukup tebal.

Sejarah Penyebaran Pohon Cengkeh di Dunia

Sejak zaman Romawi, cengkeh terkenal sebagai rempah-rempah termahal bersama dengan pala dan merica. Tanaman ini bahkan menjadi alat tukar menukar bangsa Arab pada abad pertengahan.

Di akhir abad ke-15, orang Portugis mengambil jalur perdagangan cengkih di Laut India melalui perjanjian Tordesillas dengan bangsa Spanyol, serta perjanjian dengan Sultan Ternate.

Selanjutnya, orang Portugis membawa rempah-rempah tersebut dari kepulauan Maluku sampai ke dataran Eropa lalu menjualnya dengan harga fantastis, yakni setara 7 g emas per kilonya.

pohon cengkeh

Sejak zaman Romawi, cengkeh dikenal sebagai rempah-rempah termahal bersama dengan pala dan merica. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Kucing Domestik, Hewan Peliharaan Kesayangan Manusia

Dominasi Belanda atas perdagangan pohon cengkeh baru terjadi pada abad ke-17, diikuti dengan Perancis yang berhasil membudidayakan flora tersebut di Mauritius pada tahun 1770-an.

Asal muasal cengkih sendiri sebenarnya masih ahli perdebatkan. Melansir laman resmi Kabupaten Buleleng, flora ini disebut-sebut berasal dari Maluku Utara, Kepulauan Maluku, Filipina atau Irian.

Namun kita patut berbangga hati, sebab pohon cengkeh tertua di dunia ternyata berada di Indonesia. Jenis cengkih ini bernama Afo, ia berumur 416 tahun dengan tinggi mencapai 36,60 m.

Diamater pohon mencapai 198 m dengan keliling batang berkisar 4,26 m. Setiap tahunnya, cengkih yang tertanam di Kelurahan Tongole, Ternate Tengah ini mampu menghasilkan 400 kg bunga.

Manfaat Cengkeh untuk Kesehatan

Ada alasan kuat mengapa bangsa-bangsa terbesar di dunia rela mengarungi samudra untuk mencari keberadaan cengkih, salah satunya karena manfaat dari tumbuhan tersebut.

Seperti yang kita ketahui, manfaat cengkeh untuk kesehatan terhitung sangat banyak. Rempah ini berfungsi sebagai pengawet makanan dan obat herbal karena sifat antioksidan dan antimikrobanya.

Melansir berbagai sumber, pohon cengkeh juga sering masyarakat gunakan sebagai desinfektan, analgesik, serta anestetik pada gigi berlubang. Ia juga ampuh sebagai obat diare, sakit perut, hingga dispepsia.

Manfaat Cengkeh berdasarkan Anatominya

  • Daun Cengkeh; berkhasiat sebagai antibakteri berkat kandungan eugenolnya.
  • Bunga Cengkeh; berguna sebagai obat kolera dan menambah denyut jantung.
  • Minyak Cengkeh; sering digunakan untuk memperkuat lendir usus dan lambung, serta menambah jumlah sel darah putih, mengobati bisul, pengharum mulut dan obat sakit gigi.
  • Bunga Cengkeh; bermanfaat sebagai obat sakit tenggorakan berkat sifat antiseptiknya.

Saat ini Indonesia merupakan negara produsen dan konsumen cengkih terbesar di dunia, utamanya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pembuatan rokok kretek.

Di samping khasiat yang terkandung di dalamnya, aroma cengkih adalah salah satu daya tarik bagi bangsa asing. Berdasarkan data FAO (2012), produksi cengkih dalam negeri mencapai 79,25 ribu ton.

Sedangkan produksi pohon cengkeh dunia pada tahun yang sama berkisar 111,65 ribu ton. Dengan kata lain, negara kita memberikan kontribusi sebesar 70,99 % terhadap total produksi cengkih dunia.

Taksonomi Pohon Cengkeh

rempah

Referensi:

Laman Kabupaten Buleleng 

Ike Ridha Rusnani, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Yanningtyas Septyana Putri, dkk., Politeknik Kesehatan Jogja

Penulis: Yuhan Al Khairi, Sarah R. Megumi

Top
You cannot copy content of this page