Tips Eco Lifestyle ala Dila Hadju

Reading time: 2 menit
Tips Eco Lifestyle ala Dila Hadju
Tips Eco Lifestyle ala Dila Hadju. Foto: Instagram Dila Hadju.

Eco lifestyle atau gaya hidup ramah lingkungan, kini telah menjadi pilihan menarik bagi ragam kalangan masyarakat di era modern. Namun, saat gaya hidup alternatif ini kian populer dan digemari, justru masih banyak individu yang bingung harus mulai menerapkannya darimana. Kali ini, Dila Hadju akan berbagi tips gaya hidup ramah lingkungan berdasarkan pengalamannya yang aktif dalam kegiatan lingkungan.

1. Dila Hadju: Langkah Pertama Eco Lifestyle Menjadi Climate Conscious

“Langkah pertama yang harus dilakukan untuk memulai eco lifestyle adalah menjadi climate conscious atau menyadari dan memahami isu lingkungan itu sendiri. Dengan pemahaman yang baik kita akan mengetahui dampak isu tersebut bagi kehidupan kita. Secara tidak langsung berinisiatif mencari solusinya seperti apa,” ucap Dila pada diskusi daring bersama Pojok Iklim, Rabu (28/10/2020).

Sementara untuk menerapkan kesadaran dalam keseharian, lanjut Dila, kita juga perlu menjadi conscious consumer atau konsumen yang sadar.

“Yang harus diingat, kegiatan konsumsi ini tidak hanya terjadi saat kita membeli barang. Tetapi juga meliputi semua kegiatan ketika sedang menggunakan berbagai sumber daya di sekitar kita,” tutur Dila.

2. Menjadi Conscious Consumer

Istri dari salah satu musisi kenamaan Indonesia, Rayi Putra RAN itu juga turut memberi contoh terkait implementasi gaya hidup ramah lingkungan.

“Misalnya saat menggunakan listrik, memilih menu makanan yang sehat atau tidak, menentukan kebutuhan kenyamanan sehari-hari seperti nyalakan AC atau memilih udara alami, dan kebutuhan mobilitas yakni kebijakan kita untuk menggunakan transportasi apa saat melakukan aktivitas,” lanjutnya.

Menurut perempuan yang juga telah mendirikan situs pendidikan virtual Tumbuh Hijau Urban ini, berbagai kebutuhan tadi dapat berimplikasi pada keseimbangan lingkungan.

“Contoh kecil seperti saat kita usai men-charge handphone namun chargernya tidak dicabut dan dibiarkan begitu saja. Walau hanya memakai listrik sekitar 10% tetapi jika kebiasaan itu terus dilakukan oleh ratusan juta orang di seluruh dunia tentu berdampak besar bagi perubahan iklim,” hemat Dila.

Baca juga: Gencarkan Jalan Kaki dan Bersepeda, Kalahkan Polusi Udara

3. Pertimbangkan Dampak Produk pada Lingkungan

Dila menegaskan, dalam menjalani eco lifestyle hal terpenting adalah saat kita mengonsumsi sesuatu, secara sadar kita wajib mempertimbangkan asal muasalnya dan dampak produk setelah kita konsumsi.

“Contoh lain misal saat kita berbelanja online, kita bisa berinisiatif untuk meminta kepada penjual agar meminimalisir penggunaan plastik. Tidak perlu takut untuk meminta hal seperti itu karena ini adalah tanggung jawab bersama. Karena faktanya 8 dari 10 penjual telah terbukti malah senang menerima permintaan tersebut sebab kita juga meringankan pekerjaan mereka dalam proses pengemasan. Atau bisa juga membeli sejumlah barang pada satu toko yang sama sehingga dapat menekan sampah sisa packagingnya. Kemudian akan lebih baik jika kita juga membeli barang yang radiusnya dekat dari rumah sehingga hal tersebut dapat mengurangi karbon dioksida dari transportasi saat proses pengiriman,” ucap Dila.

4. Memilah Sampah secara Mandiri

Dia juga mengingatkan secara berulang bahwa kegiatan pemilahan sampah secara mandiri di rumah harus menjadi aktivitas rutin yang konsisten kita lakukan untuk memudahkan proses penguraiannya. Di akhir diskusi, Dila menutup kalimatnya dengan sebuah kutipan:

“Kita tidak butuh beberapa orang yang menjalani gaya hidup zero waste (tanpa menghasilkan sampah) dengan sempurna. Yang kita butuhkan adalah jutaan orang peduli yang berusaha menjalani gaya hidup zero waste dengan tidak sempurna,” pungkasnya.

Penulis : Zury Muliandari

Editor: Ixora Devi

Top
You cannot copy content of this page