Titiek Puspa, Jangan Jorok Kalau Mau Tinggal di Jakarta

Reading time: < 1 menit
Titiek Puspa bersama istri Gubernur DKI Jakarta, Veronica Basuki Tjahaja Purnama, menghadiri acara Jakarta Kinclong di Taman Menteng, Jakarta. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jakarta (Greeners) – Jika berkaca pada negara-negara tetangga seperti Siangapura dan Malaysia dalam hal pengelolaan sampah, Indonesia, khususnya Ibukota DKI Jakarta, masih tertinggal dalam hal tingkat kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

Setidaknya begitulah yang dirasakan oleh artis wanita senior Indonesia, Sumarti atau yang lebih dikenal dengan nama Titiek Puspa. Perempuan yang lahir di Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan ini sangat prihatin akan minimnya tanggung jawab masyarakat terhadap kebersihan.

Dalam sebuah kesempatan, wanita yang akrab dipanggil eyang Titiek ini bertutur pada Greeners. Menurutnya, masyarakat terlalu menggampangkan atau yang lebih ekstrim lagi menyepelekan masalah kebersihan di Ibukota. Ia mengakui bahwa banyak sekali pengalaman yang ia temukan terkait tingkah laku masyarakat terhadap menjaga kebersihan.

“Jakarta itu sudah terlambat. Seharusnya sejak dulu sampah ini jadi perhatian. Tapi kita enggak pernah nyerah untuk selalu mengingatkan. Tapi, yah, jangan hanya diingatkan tapi juga dilakukan. Buang sampah jangan sembarangan,” katanya kepada Greeners saat dijumpai pada pembukaan acara “Jakarta Kinclong” di Taman Menteng Jakarta beberapa waktu lalu.

Selain itu, pelantun tembang Kupu-Kupu Malam ini juga mengharapkan ada tindakan tegas dari pemerintah terhadap siapapun yang membuang sampah sembarangan. Ia menilai, sudah saatnya masyarakat mulai bertanggung jawab terhadap kebersihan dan jangan malah melemparkan tanggung jawabnya pada petugas-petugas kebersihan saja.

“Jangan jorok toh kalian-kalian ini. Nanti banjir pemerintah disalahin, nanti sakit pemerintah lagi disalahin, tapi pas buang sampah sembarangan terus dihukum, pemerintah lagi disalahin. Mulai tanggung jawab dong sama kebersihan sendiri,” katanya mengingatkan.

(G09)

Top

You cannot copy content of this page