Betonisasi Ciliwung Bukan Solusi Untuk Atasi Banjir Jakarta

Reading time: 2 menit
Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jakarta (Greeners) – Begitu banyak upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah untuk mengatasi masalah banjir di Ibukota. Mulai dari pembenahan gorong-gorong hingga proyek normalisasi Sungai Ciliwung sepanjang 19 kilometer.

Akan tetapi, Koordinator Ciliwung Institute, Sudirman Asun, berpendapat lain terhadap upaya tersebut. Menurutnya, proyek normalisasi yang menggunakan beton berukuran besar tersebut justru akan mengancam usaha konservasi keanekaragaman hayati yang telah diupayakan oleh banyak komunitas yang peduli terhadap Sungai Ciliwung. Proyek ini dinilai sama sekali tidak menyelesaikan masalah banjir di Jakarta.

Sudirman menganggap bahwa rencana proyek normalisasi Sungai Ciliwung dengan melakukan pengerukan untuk pelebaran sungai dan pembangunan turap beton di kanan-kiri bantaran sungai merupakan langkah yang keliru.

“Yang dilakukan oleh pemerintah ini tidak menyelesaikan masalah. Untuk mengatasi banjir bukan hanya di badan sungai saja,” ujar Sudirman saat dihubungi oleh Greeners, Jakarta, Rabu (01/10).

Rencana pembangunan turap beton, lanjutnya, jelas kontradiktif dengan judul tujuan usaha penanggulangan banjir, karena beton adalah musuh dari resapan. Diperkirakan akan ada banyak daya dukung resapan yang berkurang dengan dinding beton terbangun sepanjang 19 kilometer pada kanan dan kiri sungai.

Sudirman menjelaskan bahwa pembetonan segmen TB. Simatupang-Manggarai berbeda kasus dengan pembetonan aliran Ciliwung Lama ataupun kanalisasi daerah Kota Tua yang mempunyai kontur lebih landai dan datar. Turap betonisasi aliran TB.Simatupang- Manggarai dengan lansekap kontur yang lebih curam akan mengakibatkan arus air lebih cepat menuju hilir di daerah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

“Beton ini bukan menyelesaikan banjir, hanya memindahkan airnya saja ke hilir. Air yang lebih cepat dialirkan ke daerah hilir itu mempunyai persoalan sendiri. Air sungai tidak bisa dialirkan secara alamiah dibuang ke laut karena permukaan laut lebih tinggi dari pada permukaan air sungai,” tambahnya.

Selain itu, terang Sudirman, rekam jejak kemampuan pemeliharaan dari pemerintah yang buruk dalam perawatan pompa folder jelas akan mengancam daerah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara. Penyebab lain dari banjir yang lebih parah adalah buruknya sistem drainase Kota Jakarta.

(G09)

Top
You cannot copy content of this page