Berita Harian
Jika ada yang berpikir dunia digerakkan seratus persen energi terbarukan merupakan mimpi yang mustahil, maka mereka akan terkejut.
Baru-baru ini telah muncul sebuah surat peringatan yang berasal dari 15.000 ilmuwan dari seluruh penjuru dunia. Mereka memperingatkan bahwa saat ini kondisi planet Bumi sudah kian memburuk.
Dunia dapat menyediakan pangan bagi tambahan jutaan orang dengan mengubah bahan pangan yang tahan dengan kondisi lokal.
PBB memprediksi dunia akan menghangat sekitar 3 derajat Celcius pada tahun 2100 meskipun negara-negara di dunia berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca pada tahun 2015.
Bus dan kendaraan listrik lainnya bisa saja beroperasi di Inggris seabad yang lalu seandainya para penipu tidak melumpuhkan transportasi bersih pada awalnya.
Jumlah serangga terbang di beberapa wilayah Jerman telah menurun hingga tiga-perempat pada 27 tahun terakhir. Dampak ini sangat mengkhawatirkan karena serangga akan “terbang” menuju kepunahan di banyak negara di Eropa.
Ketika lahan di dunia semakin menghangat, mereka akan berpotensi untuk melepaskan sejumlah karbon yang berbahaya ke atmosfer.
Alur penguapan air ke atmosfer mampu menghidupkan hingga 325 gigawatts setara dengan 69 persen pembangkit listrik nasional AS tiap tahunnya. Proses yang sama akan mampu menghemat 25 triliun galon air setiap tahunnya
Pentingnya membangun Kawasan Perlindungan Laut (Marine Protected Area/MPA) menjadi solusi yang dapat mengurangi permasalahan laut yang sedang dihadapi dunia.
Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC) 2017 mengajak negara-negara di dunia untuk bersama-sama mewujudkan ambisi dalam upaya memerangi pemanasan global dan mewujudkan dunia yang lebih aman dan sejahtera.
Lautan Pasifik memasuki fase tidak-begitu-panas lagi, sebagai bagian dari siklus alami jangka panjang, namun kini sudah hampir mencapai akhir. Hal ini menjelaskan adanya penurunan nyata pada laju perubahan iklim.
Tahun 2017 ditetapkan menjadi satu dari tiga tahun dengan suhu terpanas. Selain itu, rekor cuaca ekstrim paling tinggi juga terjadi di tahun ini.
Hasil penelitian populasi Pongo tapanuliensis atau Orangutan Tapanuli di habitat terisolir ekosistem Batang Toru akhirnya dilaporkan dan dipublikasikan pada salah satu jurnal internasional terkemuka, Current Biology.







































