Pesan Berantai Fenomena Equinox Tidak Benar

Reading time: 1 menit
Ilustrasi: Ist.

Jakarta (Greeners) – Beberapa hari lalu, netizen dihebohkan dengan pesan berantai berisi tentang kabar hadirnya fenomena Equinox yang menyebabkan suhu ekstrim berfluktuasi hingga 40 derajat Celsius yang akan melanda wilayah Indonesia pada 21 Maret 2016 mendatang.

Menanggapi isu tersebut, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) melalui pernyataan resminya mengimbau masyakarat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari Equinox. Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya, fenomena Equinox merupakan kejadian biasa yang terjadi setiap tahun dan bukanlah fenomena yang perlu dikhawatirkan.

“Fenomena Equinox tidak perlu ditakuti karena setiap tahun itu terjadi dan sebenarnya juga itu peristiwa yang biasa saja,” ungkapnya kepada Greeners, Jakarta, Sabtu (19/03).

Sesekali, lanjutnya, memang udara terasa panas ketika Equinox terjadi. Namun, suhu panas itu muncul tidak berbarengan dengan lintasan matahari ketika tepat di atas khatulistiwa dan udara panas pun tak semata karena intensitas cahaya matahari.

“Bahkan berita di Strait times itu bilang semua baik-baik saja kok. National Environment Singapore juga sudah membantahnya, tetapi pesan berantai itu saja yang terlalu berlebihan,” tambah Eka.

Sebagai informasi, sebelumnya, kabar tentang akan hadirnya fenomena Equinox di Indonesia, Malaysia, dan Singapura dalam lima hari mendatang menjadi viral melalui pesan berantai di banyak aplikasi berbagi pesan. Dalam pesan berantai tersebut disarankan agar masyarakat tetap tinggal di dalam rumah, khususnya mulai pukul 12.00-15.00 setiap hari dikarenakan suhu udara akan berfluktuasi hingga 40 derajat Celcius.

Kabar peringatan datangnya cuaca panas itu sendiri berasal dari pengumuman oleh Badan Lingkungan Hidup Singapura (NEA). Namun, tak lama setelah pesan berantai tersebut menyebar, NEA pun mengklarifikasi bahwa berita itu tidak benar yang akhirnya ditindaklanjuti olh klarifikasi dari BMKG Indonesia.

“NEA mengatakan menurut laporan Badan Layanan Meteorologi Singapura (MSS), memang dua minggu akhir Maret ini suhu dipekirakan lebih kering dan panas. Namun, tidak mencapi 40 derajat celcius,” tutupnya.

Penulis Danny Kosasih

Top