Presiden Minta Pelaku Perusakan Lingkungan di Tindak Tegas

Reading time: 2 menit
Ilustrasi: Ist.

Bandung (Greeners) – Presiden Joko Widodo telah menegaskan tidak ada kompromi dalam melakukan penegakan hukum bagi pelaku perusakan lingkungan. Apalagi, saat ini illegal fishing (pencurian ikan), illegal maining (penambangan liar) dan illegal logging (perusakan hutan) telah meyebabkan kerusakan lingkungan yang luar biasa.

Direktur Jendral Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rasio Ridho Sani kepada Greeners memaparkan bahwa saat ini, pihaknya tengah menyelesaikan beberapa permasalahan hukum terkait pencemaran, kebakaran hutan dan juga perambahan kawasan hutan.

Pria yang akrab disapa Roy ini mengaku, saat ini, untuk kasus kebakaran di Provinsi Riau saja ada sepuluh kasus yang sedang ditangani oleh KLHK. Satu kasus sedang disiapkan untuk masuk ke pengadilan dan sembilan kasus lainnya tengah berusaha ditingkatkan berkas penyidikannya dengan pihak kejaksaan.

“Terkait kasus kebakaran hutan di Riau ini kita juga sedang melakukan penangkapan buronan. Namun sayangnya kita sedang menghadapi praperadilan di Riau. Juga, kami sedang menyiapkan kasus-kasus pencemaran di Jawa Barat. Nanti semuanya kita publikasi ke media saat berkasnya sudah ada,” jelasnya kepada Greeners saat ditemui pada pameran Hari Lingkungan Hidup 2015 di Gedung Sate, Bandung, Sabtu (13/06/2015).

Direktur Jendral Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rasio Ridho Sani. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Direktur Jendral Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rasio Ridho Sani. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Sesuai dengan pesan Presiden juga, terang Roy, kita tidak boleh ragu-ragu dan akan terus tingkatkan penegakan hukum terhadap illegal mining, illegal fishing dan illegal logging serta kasus-kasus kebakaran hutan serta pencemaran lingkungan.

“Ada kasus-kasus besar yang sedang kita tangani. Nanti kalau semua berkasnya sudah terkumpul pasti kami publikasikan pada publik dan media,” tambahnya.

Ditemui di tempat yang sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar pun berulang kali mengucapkan amanat Presiden tersebut. Menurutnya, penegakan hukum terhadap para penjahat lingkungan sudah saatnya mendapat perhatian lebih dan penanganan yang serius.

“Tidak ada kompromi lagi bagi para perusak lingkungana apalagi sudah jelas melanggar hukum. Siapapun harus kita tindak,” katanya tegas.

Penulis: Danny Kosasih

Top