Chestnut Brittlestem, Jamur Konsumsi yang Tidak Bisa Dimakan

Reading time: 2 menit
Sebaiknya jangan mengonsumsi jamur ini secara sembarangan, karena bisa saja beracun. Foto: Shutterstock

Psathyrella adalah salah satu genus jamur terbesar yang ada di dunia. Anggotanya mencapai 600 spesies, dengan karakteristik berbeda-beda serta peta persebaran yang sangat luas. Salah satu anggota yang paling populer adalah chestnut brittlestem.

Chestnut brittlestem atau batang kastanye dikenal dengan nama latin P. spadicea. Jamur ini sejatinya telah berubah marga menjadi Homophron, tetapi penyebutannya sebagai marga Psathyrella masih diperbolehkan.

Jamur batang kastanye pertama kali dideskripsikan oleh Jacob Christian Schäffer pada tahun 1783. Namun, Rolf Singer memindahkan genusnya kembali menjadi Psathyrella pada tahun 1951.

Menurut Örstadius dan Larsson, jamur tersebut tidak cocok berada di genus Psathyrella. Sehingga kedua pakar itu memulihkan kembali genus Homophron, lalu menempatkan jamur batang kastenye ke dalamnya.

Klasifikasi dan Ciri-Ciri Chestnut Brittlestem

Sebagai informasi, Homophron adalah nama yang digunakan pada tingkat sub-genus sejak 1883. Genus ini sempat “dinonaktifkan,” sebab anggotanya sendiri dianggap masih satu keluarga dengan Psathyrella.

Namun setelah dilakukan riset DNA lanjutan, ahli mengetahui bahwa beberapa spesies Psathyrella tidak mempunyai morfologi yang serupa. Salah satu yang paling mencolok adalah P. spadicea.

Tampilan spesies Psathyrella dianggap sangat mirip dengan Coprinellus, Coprinopsis, Coprinus, dan Panaeolus. Mereka dapat dikenali dari bentuk topinya yang berselubung, serta memiliki spora berwarna hitam.

Sedangkan chestnut brittlestem memiliki topi yang tipis tanpa selubung. Mereka menghasilkan spora berwarna cokelat, tetapi tidak keluar dari lelehan topinya seperti spesies Coprinellus dan Coprinopsis.

Selain itu, jamur ini mempunyai batang berongga dengan warna putih atau putih kekuningan. Daging buahnya dapat dimakan, tetapi tidak tergolong jamur budi daya karena nilai ekonomisnya yang rendah.

Habitat dan Distribusi Chestnut Brittlestem

Chestnut brittlestem ditemukan di daerah Eropa, Amerika Utara, hingga Australia. Di Amerika Utara, jamur ini cukup umum dijumpai di wilayah utara yang beriklim dingin seperti Alaska dan Wilayah Yukon.

Sebagai fungi saprofit, spesies P. spadicea mendapatkan sumber nutrisi dari sisa-sisa bahan organik atau organisme yang telah mati. Jamur ini tumbuh berkelompok pada permukaan pohon berbatang keras.

Anda mungkin menemukan jamur batang kastanye tumbuh di atas tanah atau rerumputan. Namun fungi itu sejatinya tumbuh di atas kayu yang runtuh, sehingga tampak seperti muncul dari permukaan tanah.

Di Eropa, populasi terbesar spesies P. spadicea ditemukan di wilayah Rusia. Masyarakat lokal menyebutnya sebagai Psatirella kashtanovaya, atau jamur kastanye Psathyrella dalam Bahasa Indonesia.

Secara umum, terdapat empat spesies jamur Homophron yang tersebar ke berbagai wilayah di dunia. Jamur-jamur tersebut adalah H. cernuum, H. camptopodum, H. particularis, dan tentunya H. spadiceum.

Manfaat dan Karakteristik Chestnut Brittlestem

Seperti yang telah disebutkan, chestnut brittlestem tidak tergolong sebagai edible fungus. Harga pasarannya pun sangat rendah, sehingga tidak cocok dijadikan sebagai komoditas budi daya.

Kalaupun ada yang memanfaatkan, pola pemanennya masih bersifat sederhana. Masyarakat biasanya memetik jamur tersebut langsung dari alam, dikonsumsi secara pribadi untuk kebutuhan yang mendesak.

Namun, sebaiknya jangan coba-coba mengonsumsi jamur liar ini secara sembarangan. Walaupun tidak mengeluarkan bau menyengat seperti jamur beracun, spesies ini disinyalir memiliki cita rasa yang pahit.

Lagipula, memakan jamur liar sangat berisiko jika Anda tidak memiliki pengetahuan lebih soal jamur. Beberapa jamur beracun terlihat sangat mirip dengan jamur konsumsi; tidak bau dan warnanya tidak mencolok.

Untuk spesies P. spadicea sendiri, mereka berjasa dalam meningkatkan kesuburan tanah serta mendaur ulang unsur hara. Jamur saprofit juga mendekomposisi materi yang bukan merupakan produk sisa.

Taksonomi Spesies Psathyrella Spadicea

Penulis: Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page