Bersepeda Aman dan Nyaman di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Reading time: 2 menit
Pesepeda di Ibu Kota
Warga menggunakan masker saat bersepeda di Jalan Sudirman-Thamrin, Minggu, 14 Juni 2020. Foto: shutterstock

Jakarta (Greeners) – Penggunaan sepeda tidak sebagai sarana berolahraga untuk kesehatan jasmani, tetapi juga moda transportasi. Di masa adaptasi kebiasaan baru, banyak orang mulai menggunakan sepeda menuju kantor atau tempat beraktivitas.

Melihat fenomena tersebut, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Andhika Raspati mengatakan tren penggunaan sepeda menjadi alternatif karena transportasi publik dibatasi penggunaannya dalam mencegah penyebaran Covid-19. “Di era new normal aktivitas olahraga apa pun termasuk bersepeda tetap harus berlakukan jaga jarak, pakai masker di mana saja untuk menghindari droplet,” ujar Andika di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Minggu (05/07/2020).

Baca juga: Manfaat Berolahraga Saat Menstruasi

Ia mengatakan intensitas kecepatan berolahraga perlu diatur termasuk saat bersepeda. Misalnya mengatur napas agar tidak sesak saat menggunakan masker. Sementara penggunaan pelindung muka saja, kata dia, tidak dianjurkan karena masih terdapat celah masuk dan keluarnya droplet. Di sisi lain, ia menambahkan bahwa para pesepeda harus memerhatikan keamanan diri sebelum bersepeda.

“Menggunakan helm, pencahayaan lampu, atau pakaian yang bersinar untuk menandakan pengguna jalan lain,” ucapnya.

Selain itu pesepeda juga perlu memastikan kondisi kesehatan dirinya dengan berkonsultasi ke dokter. Menurutnya jika baru mulai bersepeda hendaknya tidak mengikuti teman yang sudah terbiasa menempuh jarak jauh. “Harus bertahap dan dibiasakan. Serta dianjurkan untuk solo riding, jika bergrup tidak lebih dari 5 orang,” ujarnya.

Pesepeda di Ibu Kota

Para pesepeda berfoto di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Minggu, 14 Juni 2020. Foto: shutterstock

Dhika juga menyampaikan bersepeda juga memiliki keuntungan medis, yakni melatih kesehatan paru-paru dan jantung karena melatih kardio di dalam tubuh. Menurutnya latihan kardio sendiri bisa mencegah penyakit obesitas serta meningkatkan imunitas.

“Latihan kardio meningkatkan imunitas, kebugaran jantung, dan paru-paru, supaya tidak mudah lelah atau ngos-ngosan. Namun, perlu diperhatikan juga tingkat kardio ini supaya tidak berlebihan karena bisa membahayakan,” ujarnya.

Baca juga: Dampak Memakai Masker Terlalu Lama

Sementara Ketua Bike2Work Indonesia Poetoet Soedarjanto menjelaskan bagi pemula harus memulai secara bertahap jika ingin menggunakan sepeda ke kantor. Kata Poetoet, cara terbaik bersepeda di masa pandemi adalah dengan memerhatikan frekuensi gowes selama di perjalanan. Bagi pemula, penerapannya perlu bertahap misalnya satu minggu sekali, berlanjut seminggu tiga hingga empat kali. Ketika sudah terbiasa, praktiknya dapat dilakukan setiap hari.

“Karena saya pakai masker, jadi pelan-pelan supaya tidak engap. Intensitas harus dijaga tetap stabil dalam mengayuh sepeda,” ujarnya.

Ia mengingatkan bersepeda di jalan raya juga harus memerhatikan berapa hal seperti, mematuhi peraturan lalu lintas dan menghargai pengguna jalan lain. “Niatkan untuk tidak celaka dan mencelakai orang. Jangan sampai tertular dan menularkan orang lain. Tetap menaati protokol kesehatan,” kata dia.

Penulis: Dewi Purningsih

Top