Bulu Hewan Semakin Ditinggalkan oleh Pelaku Industri Fesyen

Reading time: 2 menit
Pelaku industri fesyen mulai meninggalkan bulu hewan untuk bahan baku fesyennya. Foto: Livekindly

Penggunaan bulu hewan dalam industri fesyen kini semakin ditinggalkan. Sepanjang tahun 2021, beberapa merek fesyen ternama seperti Mulberry dan Valentino telah bebas dari penggunaan bulu dan kulit hewan asli. Beberapa media internasional bahkan telah menghentikan segala bentuk publikasi yang berhubungan dengan penggunaan material fesyen berbahan hewani.

Ada banyak alasan yang menjadikan para pelaku industri fesyen semakin meninggalkan penggunaan bulu binatang. Bulu binatang, bagi kebanyakan orang, sudah sangat ketinggalan zaman. Menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh organisasi kesejahteraan hewan Humane Society International, sebanyak 93 % warga Inggris telah sepenuhnya meninggalkan penggunaan pakaian berbulu binatang. Secara global, angka penjualan produk fesyen berbahan bulu binatang juga semakin menurun setiap tahunnya.

Selain ketinggalan jaman, alasan lain bagi para pelaku industri fesyen untuk meninggalkan penggunaan bulu hewan yakni karena alasan keberlanjutan. Menurut organisasi pembela hak-hak hewan, PETA, sekitar 85 % bulu berasal dari hewan yang dibesarkan secara kejam dan tidak beretika. Selain itu, industri bulu binatang juga mengancam kelestarian lingkungan karena membutuhkan konsumsi air, tanah dan energi dalam jumlah yang masif.

Industri bulu binatang juga menghasilkan polusi besar-besaran yang seringkali mencemari lingkungan dan saluran air di sekitarnya. Pengolahan bulu dan kulit binatang seringkali menggunakan zat pengawet berbahaya seperti formaldehida yang dapat menyebabkan iritasi. Tak hanya itu, bulu dari binatang juga tak jarang menjadi sumber dari berbagai penyakit menular berbahaya.

Dengan berbagai alasan tersebut, tak heran jika para pelaku industri fesyen semakin ogah menggunakan material hewani seperti kulit dan bulu hewan.

Bulu Hewan Imitasi Semakin Marak Bermunculan

Tumbangnya penggunaan bulu hewan asli telah memicu para desainer dan rumah fesyen untuk menghadirkan bulu dan kulit binatang imitasi. Saat ini, bulu dan kulit binatang imitasi yang berkelanjutan semakin marak bermunculan.

“Fesyen adalah tentang masa depan dan Anda tidak harus mengorbankan gaya Anda untuk keberlanjutan,” kata desainer ternama Stella McCartney dalam Livekindly. “Saya ingin mencoba mengembangkan bulu imitasi yang lebih berkelanjutan.”

Saat ini, berbagai macam material alternatif dapat kita manfaatkan untuk membuat kulit dan bulu hewan imitasi, seperti rami hingga limbah kulit buah. Selain itu, beberapa peneliti juga berhasil menciptakan teknologi yang mampu menghasilkan kain wol imitasi yang berkelanjutan dengan memanfaatkan kolagen. Dengan adanya teknologi tersebut, masa depan industri fesyen yang semakin berkelanjutan akan semakin mudah untuk terwujud.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Livekindly

Top
You cannot copy content of this page