Daur Ulang Fesyen dengan Bedah Lemari Ala Annika Nicklinson

Reading time: 2 menit
bedah lemari
Foto: annika-n.co.uk

Bedah Lemari atau Wardrobe Surgery merupakan istilah yang diperkenalkan oleh Annika Nicklinson, seorang desainer dan penulis asal London dalam bukunya, “Junky Styling: Wardrobe Surgery”. Junky Styling sendiri merupakan sebuah butik yang ia dirikan bersama Kerry Seager pada tahun 1997 di Shoreditch, London Timur, Inggris.

Terinspirasi dari kebiasaan mendaur ulang di San Fransisco dan Tokyo, busana Junky Styling dibuat dari pakaian bekas. Namun, bukan sembarang bekas, lini pakaian rancangan kedua desainer tersebut berkualitas tinggi yang direkonstruksi ulang. Sayangnya, pada tahun 2000-an, mereka menutup toko busana ini.

bedah lemari

Foto: annika-n.co.uk

Meskipun demikian, Annika tidak berhenti menyebarkan pengaruh baik dari mendaur ulang fesyen dengan bedah lemari. Masih dengan tema upcycle dan mengangkat nilai pakaian bekas, pada tahun 2013, ia mendirikan Annika-N. Seluruh produk dan jasa yang ditawarkan Annika-N ditujukan untuk mengurangi limbah pakaian di tempat pembuangan akhir.

Dari sebuah kemeja hitam bekas, Annika dapat membuat satu gaun formal. Atau dari sebuah tirai yang sudah usang, ia dapat mengubahnya menjadi sebuah tuksedo. Bahkan, selimut pun dapat Annika sulap menjadi sebuah gaun dengan atasan khas daerah Basque, Itali. Hal ini membuktikan bahwa hanya dengan pakaian bekas pun, kita masih dapat tampil dengan gaya kasual ataupun formal.

Tidak hanya fesyen wanita, Anikka juga menyediakan produk mode daur ulang bagi pria berupa jaket yang didesain khusus oleh desainer DAM London. Dibuat dengan detail klasik dan bentuk kerah yang unik, pakaian daur ulang ini menambah gaya bagi pemakainya.

bedah lemari

Foto: annika-n.co.uk

Di samping daur ulang produk fesyen, Annika juga membuka jasa konsultasi melalui metode Bedah Lemari andalannya. Lewat bedah lemari ini, kita dapat bertukar pikiran mengenai ide-ide inovatif yang dapat diterapkan pada pakaian bekas kita sendiri.

Selain mendaur ulang produk dan bedah lemari, Annika juga mengadakan berbagai kegiatan berbagi pengalaman seperti kuliah umum dan lokakarya. Di laman resminya, Annika memperkenalkan metode yang digunakan dalam mendaur ulang.

“Menginspirasi dan menanamkan konsep daur ulang yang ditambah dengan pengetahuan teknis merupakan bagian integral dari agenda kami. Kami sering melaksanakan lokakarya di sekolah-sekolah, perguruan tinggi dan tempat kerja. Kami memastikan tidak ada satu pun yang kecewa atau pergi,” tulis Anikka di laman resminya.

Penulis: Ayu Ratna Mutia

Top
You cannot copy content of this page