Jangan Anggap Remeh Konstipasi!

Reading time: 2 menit
susah buang air besar
Ilustrasi. Foto: tampilcantik.com.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com

(Greeners) – Pernah mengalami susah buang air besar selama berhari-hari? Mungkin Anda sedang menderita konstipasi. Konstipasi atau yang lebih dikenal dengan istilah sembelit merupakan kondisi dimana kita mengalami susah buang air besar secara teratur.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) Amerika Serikat menyatakan bahwa konstipasi dapat ditandai dengan frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu. Selain itu, penderita konstipasi akan menghasilkan feses yang keras, kering, dan kecil sehingga terasa menyakitkan ketika dikeluarkan.

Konstipasi, meskipun bukan termasuk ke dalam daftar penyakit yang berbahaya, tetap tidak bisa dianggap remeh begitu saja. NIDDK menyatakan bahwa apabila konstipasi dibiarkan dan tidak diatasi secara cepat, konstipasi dapat memicu penyakit lainnya seperti ambeien (wasir), impaksi feses, rectal prolapse atau keluarnya sebagian usus akibat mengejan, dan luka pada anus. Bila dibiarkan begitu saja, feses penderita konstipasi dapat mengeras sehingga harus dikeluarkan dengan cara dioperasi.

Timbulkan kembung dan nyeri pada perut

Konstipasi merupakan salah satu penyakit saluran pencernaan yang dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang tua. Namun, NIDDK menyatakan bahwa terdapat beberapa orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena konstipasi. Wanita hamil atau wanita yang baru melahirkan, lansia, dan orang yang mengonsumsi obat antidepresan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjangkit konstipasi. Seseorang yang mengalami konstipasi atau sembelit juga akan merasakan kembung, nyeri pada perut, hingga merasa mual.

Sembelit atau konstipasi disebabkan oleh beberapa hal. Dalam situs resminya, NIDDK menyatakan bahwa konstipasi disebabkan oleh lambatnya pergerakan feses ketika melalui usus besar dan tertundanya pengosongan usus besar karena adanya nyeri pada bagian panggul. Tak hanya itu, terdapat juga beberapa faktor yang dapat memperparah konstipasi pada seseorang.

“Kurang mengonsumsi makanan berserat, kurang melakukan aktivitas fisik, dan mengonsumsi obat-obatan tertentu dapat memperparah konstipasi. Perubahan gaya hidup dan sering menunda-nunda buang air besar juga dapat menjadi penyebab konstipasi. Beberapa penyakit seperti diabetes, hipotiroid dan cedera otak juga dapat membuat feses bergerak jauh lebih lambat dalam usus besar,” tulis NIDDK dalam situs resminya.

Perbanyak cairan, buah dan sayur

Penyakit yang satu ini dapat ditangani dengan berbagai cara. Biasanya, penderita konstipasi dapat meminum obat pencahar untuk melancarkan buang air besar. Namun, konstipasi juga dapat ditangani dengan cara mengonsumsi banyak cairan, mengonsumsi banyak buah dan sayur, serta mengonsumsi makanan kaya serat lainnya.

Selain itu penyakit konstipasi juga dapat disembuhkan dengan cara melakukan olah raga secara rutin. Olahraga dapat membantu usus besar untuk menggerakan feses yang sulit dikeluarkan.

NIDDK juga menyarankan beberapa makanan yang sebaiknya dihindari oleh seseorang yang menderita konstipasi. Makanan-makanan yang harus dihindari tersebut yaitu keju, keripik, makanan cepat saji, es krim, daging-dagingan, makanan beku, serta makanan olahan dalam kaleng.

Penulis: Anggi Rizky Firdhani

Top