Drone untuk Bantuan Kemanusiaan di Rwanda

Reading time: 2 menit
Salah satu daerah terpencil di Rwanda. Foto: United Nations Photo/treehugger.com

Dengan cepat drone meningkat menjadi teknologi yang bisa diandalkan untuk melaksanakan berbagai tugas penting. Drone sudah digunakan untuk mencari pemburu liar di benua Afrika, menjadi bagian dari pasukan penyelamat di Maine, dan tidak lama lagi drone akan membawa internet ke wilayah yang tidak memiliki akses.

Cara terbaru menggunakan drone untuk membantu meningkatkan kualitas hidup adalah dengan menjadi pengirim suplai medis di Rwanda. Pemerintah setempat mulai menggunakan drone sebagai alat untuk mengirimkan suplai peralatan medis seperti kantung darah ke daerah-daerah pinggiran.

Tadinya bantuan medis tersebut hanya bisa dikirimkan lewat sepeda motor, namun jalan yang berlubang dan sulit untuk dijelajah menjadikan perjalanan semakin sulit dan lama, sementara suplai tersebut sangat ditunggu oleh banyak orang di tempat tujuan. Drone bisa mengatasi permasalahan ini secara cepat dan aman dengan mengantarkan suplai medis kepada orang yang membutuhkan saat dibutuhkan.

Pemerintah Rwanda berencana membangun Droneport untuk memudahkan pendistribusian bantuan kemanusiaan. Gambar di atas adalah ilustrasi Dronport yang dirancang oleh arsitek dari Foster + Partners. Ilustrasi: fosterandpartners.com

Pemerintah Rwanda berencana membangun Droneport untuk memudahkan pendistribusian bantuan kemanusiaan. Gambar di atas adalah ilustrasi Dronport yang dirancang oleh arsitek dari Foster + Partners. Ilustrasi: fosterandpartners.com

Kini, pemerintah setempat membangun Droneport, sebuah titik penghubung terpusat untuk drone dan tempat dimana seluruh suplai akan dikumpulkan dan didistribusikan ke daerah pinggiran dalam sebuah fase ujicoba.

Diperkirakan tidak lama lagi layanan drone ini akan berkembang. Pemerintah Rwanda bekerjasama dengan perusahaan robot dari Amerika bernama Zipline untuk membangun tiga Droneport di Distrik Muhanga untuk mengantarkan darah dan suplai medis yang penting ke seluruh negeri. Ujicoba penerbangan ini akan dimulai di bulan Agustus dan Zipline akan menjadi operatornya.

Zipline belum mengungkapkan spesifikasi drone yang akan digunakan untuk layanan ini, namun dinyatakan bahwa sistem ini akan lebih murah dibanding pengantaran dengan menggunakan sepeda motor, sehingga pada akhirnya akan semakin banyak orang yang terlayani.

Saat ini, banyak perusahaan mencari izin menerbangkan drone di negara-negara Afrika, baik untuk kepentingan komersial (seperti Amazon dan Google) dan untuk kegiatan non profit. Saat ini, sebuah yayasan nirlaba bernama La Fondation Bundi sedang merintis jalan untuk sebuah jaringan drone yang bisa membawa 20 kilogram bantuan di Kenya pada tahun 2020.

Penulis: NW/G15

Top
You cannot copy content of this page