Lemari Pendingin Alami

Reading time: 2 menit
Lemair pendingin alami rancangan Weltevree. Lemari ini tidak menggunakan listrik. Foto: www.inhabitat.com

Berapa banyak energi yang dibutuhkan lemari pendingin untuk membuat makanan kita tetap segar? Pernah tidak membayangkan bahwa bumi yang kita tinggali ini sebenarnya memiliki energi alami untuk menyimpan dan menjaga sayuran tetap segar?

Weltevree, sebuah perusahaan desain asal Belanda yang didirikan oleh Floris Schoonderbeek, aktif mengajak orang untuk memanfaatkan energi alami yang bumi miliki. Weltevree menciptakan produk yang spesifikasinya menyerupai ruang bawah tanah, The Groundfridge. The Groundfridge dapat membantu menjaga produk sayur dan daging tetap segar tanpa lemari pendingin pada umumnya.

Rak di bagian dalam "The Groundfridge" dapat menyimpan produk buah, daging, dan sayur. Foto: www.inhabitat.com

Rak di bagian dalam “The Groundfridge” dapat menyimpan produk buah, daging, dan sayur. Foto: www.inhabitat.com

Konsep ruang The Groundfridge dibuat mirip dengan gudang penyimpanan wine. The Groundfridge menggunakan efek isolasi dari tanah dan efek pendinginan dari air tanah. Suhu di “lemari es” tetap stabil sepanjang tahun antara 10 dan 12 °C (50-54 °F), yang merupakan suhu yang ideal untuk menyimpan buah-buahan, sayuran, anggur dan keju.

"The Groundfridge" hanya memerlukan kedalaman 1 meter di bawah tanah untuk menjaga suhu dalam lemari tetap dingin alami. Foto: www.inhabitat.com

“The Groundfridge” hanya memerlukan kedalaman 1 meter di bawah tanah untuk menjaga suhu dalam lemari tetap dingin alami. Foto: www.inhabitat.com

The Groundfridge ditempatkan di bawah tanah dengan ketebalan 1 meter. Hal ini memungkinkan lemari pendingin alami tersebut bekerja untuk mengisolasi suhu di dalam lemari es tidak berubah-ubah. Tidak diperlukan izin bangunan yang rumit untuk membuat The Groundfridge dengan ukurannya yang kecil tersebut. Tidak pula ada biaya listrik yang harus kita bayar perbulannya untuk membuat makanan tetap segar dan minuman dingin.

Penulis: NW/G15
Sumber: www.inhabitat.com

Top
You cannot copy content of this page