Chanee Kalaweit Dedikasikan Hidup untuk Kelestarian Owa

Reading time: 5 menit
Chanee Kalaweit
Foto: Instagram Chanee Kalaweit

Sosok Chanee Kalaweit merupakan satu dari sekian banyak individu yang peduli terhadap kelestarian primata Indonesia. Pria bernama lengkap Aurelien Francis Brule ini ialah warga negara Prancis. Ia mendedikasikan hidupnya untuk mempertahankan kelestarian hutan sehingga menjadi tempat yang nyaman bagi satwa liar.

Kepedulian Chanee terhadap satwa berawal di tahun 1992, ketika ia masih duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA) di Prancis Selatan. Saat itu ia masih berusia 15 tahun, ketertarikan terhadap owa membuat dirinya menghabiskan waktu di kebun binatang untuk mengamati primata tersebut.

Sebagai anak kecil yang belum banyak mengetahui mengenai primata, ia hanya duduk sambil memperhatikan di depan kandang. Chanee merasa owa tersebut perlu dibantu. Ia pun mengobservasi dan mempelajari kehidupan owa selama lima tahun. Selama kurun waktu itu ia menyadari bahwa primata tersebut hidup berpasangan dan setia seumur hidup mereka.

“Kebun binatang memiliki masalah untuk memasangkan owa, makanya selalu sendiri-sendiri. Jadi, saya saran betina dijodohkan dengan jantan, itu ternyata berhasil,” ujarnya, saat menjadi pembicara di Institut Francais Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Februari 2020.

Berkat observasi dan bantuan donatur selama lima tahun, impiannya untuk menyelamatkan owa di Asia terwujud. Pada 1998, ia memutuskan terbang ke Kalimantan, Indonesia. Setahun sebelumnya, Kalimantan mengalami kebakaran hebat yang menghanguskan hutan di sana.

Ia pun bertekad sebagai orang pertama yang menyelamatkan owa di Indonesia. Chanee menyadari bahwa situasi darurat kala itu. “Kali ini saya tidak akan kembali ke Prancis. Saya ingin membangun Kalaweit,” kata dia.

Perjalanan Chanee tidak semulus yang dibayangkan. Di kala itu ia hanya membangun sebuah pondok kecil dan memasang plang Kalaweit yang merupakan nama yayasannya, di Pararawen, Muara Teweh, Kalimantan Tengah. Kendala dana tidak memungkinkannya untuk membangun sebuah tempat konservasi.

Untuk mendatangkan donatur, Chanee mengunggah sebuah foto dengan pesan “Kalaweit sekarang sudah mendapatkan izin. Lihatlah sekarang sudah ada satu bangunan,” tulis dia. Dengan cara itu, menurutnya, orang akan tergerak untuk membantu owa di Indonesia. “Akhirnya saya mendapatkan kehidupan yang saya inginkan,” ucapnya.

Top
You cannot copy content of this page