Silat Harimau dan Sujiwo Tedjo Untuk Hutan Indonesia

Reading time: 2 menit

(Greeners) – Sebuah pagelaran yang cukup unik dihadirkan Greenpeace Indonesia pada Jumat (24/2) kemarin di Jakarta. Dengan judul “Belantara Budaya” yang mengusung tema “Melindungi Hutan Indonesia”, penyelenggara berhasil menggabungkan aksi lingkungan hidup dengan beberapa pengisi panggung yang menarik seperti Silat Harimau, Sujiwo Tedjo, dan aksi teatrikal mengenai pengrusakan hutan. Pagelaran ini merupakan rangkaian dalam kampanye Greenpeace Indonesia mengenai Hutan Indonesia.

“Kekayaan hutan Indonesia adalah warisan nenek moyang dan jati diri bangsa yang seharusnya menjadi kebanggaan sehingga perlindungan menyeluruh atasnya mutlak dilakukan pemerintah. Keterlambatan dalam melindungi hutan akan berakibat hilangnya budaya dan jatidiri bangsa dan generasi yang akan datang” kata Zulfahmi, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara. Hutan Indonesia yang kaya dan indah telah menjadi inspirasi sebagian besar budaya suku-suku bangsa dan masyarakat adat di berbagai wilayah di nusantara. Selain itu keutuhan hutan juga telah menyediakan kebutuhan bagi masyarakat yang bergantung padanya.

Sujiwo Tedjo yang tampil cukup memukau malam itu, membuka pementasan dengan cerita masa kecilnya sewaktu tinggal di kawasan hutan Baluran. Kala itu ia masih sempat berinteraksi dengan beberapa jenis satwa yang dengan bebas berkeliaran di sekitar tempat tinggalnya. Ia membawakan sebuah persembahan apik menggunakan Clarinet dengan didampingi satu orang pemain keyboard yang dengan rapi memberikan latar baginya.

Salah satu penampilan menarik dan atraktif disuguhkan oleh kelompok Pencak Silat Harimau dari Bukittinggi pimpinan Edwel Yusri Datuak Rajo Gampo Alam atau yang akrab dengan panggilan Datuk Edwel. Datuk Edwel mewarisi ilmu silat harimau dari kakek buyutnya, Inyiak Angguik, yang dikenal memiliki ilmu telepati turun-temurun dengan harimau Sumatera di hutan dekat kampung halamannya, Balingka, Agam, Sumatera Barat pada masa kolonial. Inyiak Angguik memelihara 8 ekor harimau yang semuanya hidup liar di hutan Pasaman sebelah kampung mereka. Dengan para harimau itulah Inyiak Angguik melatih jurus-jurus silat di kolong rumah panggungnya dengan bergelut dan bercanda. Jurus-jurus silat ini akhirnya berkembang alami meniru gerak Harimau Sumatera, bergelut satu sama lain dan kini dikenal sebagai Silat Harimau.

Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, dan para pemenang Pemilihan Puteri Indonesia 2011 yang turut serta memberikan dukungannya terhadap gerakan masyarakat untuk pelestarian hutan Indonesia.

Komentar ditutup.

Top