Pemberantasan Illegal Fishing, Afrika Selatan Usulkan Asia Africa Center

Reading time: 1 menit
Ilustrasi: Ist.

Jakarta (Greeners) – Beberapa negara peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 menyepakati komitmen pemberantasan illegal fishing. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo melalui keterangan tertulis yang diterima oleh Greeners pada Rabu (22/04) pagi.

Dalam keterangan tersebut, Indroyono menyatakan kalau Afrika Selatan telah mengusulkan agar segera dilakukan pembentukan Asia Africa Center sebagai bentuk tindak lanjut dari pembicaraan mengenai kelautan yang lebih konkret.

“Selain Afrika Selatan, Madagaskar juga sepakat untuk membangun blue economy dan Thailand akan berkomitmen melalui Memorandum of Understanding (MoU),” jelasnya.

Thailand, lanjutnya, akan menjadikan nota kesepahaman tersebut sebagai landasan penangkapan pelaku pencurian ikan. Selain itu, Thailand juga akan meregistrasi nelayan-nelayan mereka.

“Mereka akan pasang 7.000 VMS (vision monitoring system) sehingga semua tidak ada yang unregisterred atau tak terdaftar,” lanjutnya.

Mengenai blue economy, tambahnya, akan sangat bermanfaat bagi negara pulau kecil yang memiliki zona ekonomi eksklusif (ZEE) besar karena mengedepankan ekonomi kelautan tanpa limbah.

” Singapura sepakat untuk mendorong program kelautan menjadi Sustainable Development Goals (SDG) PBB tapi masih belum disetujui karena forum masih meminta Singapura untuk merinci persetujuan itu,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

Top