Pertemuan Aktivis Perubahan Iklim Dari 134 Negara Dalam Global Power Shift

Reading time: 2 menit

Istanbul (Greeners) – Lima ratus anak muda dari 134 negara berkumpul di Istanbul Turki selama satu minggu dalam sebuah pertemuan Global Power Shift (GPS) yang digelar dalam rangka membangun gerakan global untuk menjawab krisis perubahan iklim.

Global Power Shift dilaksanakan oleh sebuah komunitas global yang telah melakukan lebih dari 20 ribu demonstrasi di seluruh dunia yaitu 350.org bersama dengan koalisi mitra antara lain Avaaz, Friends of the Earth, Greenpeace International, Jubilee South, dan puluhan kelompok komunitas muda dari seluruh dunia. Pertemuan ini digelar di Istanbul Technical University, Turki.

“Kami ada disini untuk membangun sebuah kesadaran politik yang dibutuhkan dunia dalam rangka mengamankan aksi penyelamatan bumi dari tantangan perubahan iklim” ujar May Boeve, Direktur Eksekutif 350.org yang diwawancarai oleh wartawan Greeners langsung dari Istanbul.

“Setelah selesai mengikuti pertemuan Global Power Shift, 500 anak muda ini akan kembali pulang dengan membawa pengetahuan, keahlian serta alat-alat yang diperlukan untuk memberikan inspirasi kepada lebih banyak lagi anak muda yang akan bergabung dalam gerakan ini” jelas May Boeve.

Pertemuan Global Power Shift ini dilaksanakan bersamaan ketika isu perubahan iklim kembali menjadi sorotan dunia pada saat Presiden Amerika Serikat Barrack Obama memberikan pidato kenegaraan di Washington DC yang menekankan bahwa Amerika akan memanggil kesadaran negaranya dan dunia untuk lebih memperhatikan masalah perubahan iklim.

Kebanyakan dari peserta Global Power Shift ini adalah pelaku dalam komunitas masyarakat yang telah melakukan aksi di wilayah asalnya dan juga beberapa generasi baru yang masih mengembangkan diri dalam gerakan kepedulian lingkungan hidup, keadilan sosial, dan kesetaraan masyarakat adat.

22 tahun Yutthakrit (Nat) dari Thailand yang merupakan salah satu partisipan Global Power Shift menyatakan bahwa ia sangat beruntung bisa diundang, banyak sekali pengetahuan yang ia dapatkan dalam beberapa hari mengikuti sesi pelatihan GPS. “Saya mengambil tema workshop Non Violent Direct Action (NVDA) dan mendapatkan banyak ilmu baru dalam menjalankan sebuah kampaye karena kami di Thailand sangat membutuhkan ide ide baru untuk kampanye ” ujar Nat.

Selain NVDA, terdapat 3 tema workshop lainnya yang dapat diikuti para peserta yaitu Policy, Communication and Media, serta Art & Activism.

Global Power Shift akan ditutup pada hari sabtu tanggal 28 Juli di Istanbul serta pembukaan fase kedua dari rangkaian GPS dimana seluruh peserta akan kembali ke negaranya masing masing dan mulai melaksanakan kegiatan kegiatan kampanye terkait isu perubahan iklim. (G01)

Top
You cannot copy content of this page