Bunga Lili, Bunga Cantik yang Menginspirasi

Reading time: 3 menit
bunga lili
Bunga lili. Foto: wikimedia.org

Ternyata nama lili sering sekali muncul dan menjadi inspirasi dalam penamaan flora dan fauna lain, contohnya pada tanaman teratai air (water lily) dan lili laut. Bunga ini juga identik dengan wujud dan maknanya yang cantik dan indah.

Lili atau Lilium adalah bentuk latin dari ‘Leirion’, dan telah dikenal sejak zaman Yunani kuno. Lilium merupakan salah satu genus dari suku/famili Liliaceae. Suku ini memiliki lebih dari 240 marga dan lebih dari 3000 jenis. Bunga lili berasal dari daerah yang beriklim sedang yaitu bagian utara Eropa, Amerika Utara dan Jepang, serta merupakan tanaman herba berumbi lapis, yang tingginya 0,5 sampai 1,3 m. Bunga lili memiliki ciri berkelopak corong lancip saat belum mekar dan memiliki kelopak yang didominasi oleh warna putih.

Sebagian jenis lilium merupakan tumbuhan asli benua Asia yang dikenal karena keindahan bunganya, baik itu dari segi bentuk, warna serta keharumannya. Tanaman ini disinyalir dapat berproduksi selama 3-4 tahun. Habitat yang cocok untuk bunga lili adalah habitat yang mengandung kadar asam yang seimbang.

Tanaman ini tumbuh sebagai tanaman hias, terutama sebagai bunga hias potong yang sering digunakan pada acara-acara pernikahan, pesta, pertemuan dan upacara keagamaan. Lili sebagai bunga potong mampu bertahan 7-14 hari dalam vas bunga.

Tanaman lili, berbunga hampir sepanjang tahun. Lili dapat tumbuh di Indonesia pada daerah dataran tinggi yaitu 1000-1200 dpl. Bunga lili juga dapat menyesuaikan dengan habitat hutan, pegunungan terkadang habitat rerumputan, bahkan beberapa dari jenisnya mampu hidup di rawa. Perbanyakannya dapat dilakukan melalui biji dan sisik umbi. Ada juga dari beberapa jenis lili terkadang dipanen hanya untuk diambil umbinya saja. Perbanyakakan lili secara konvensional dapat dilakukan baik secara generatif maupun vegetatif.

Lili umumnya dapat tumbuh baik di tempat yang mendapat sinar matahari 5-6 jam/hari di tempat yang agak ternaungi, namun sebagian jenis lilium dapat tumbuh subur di tempat terbuka dengan sinar matahari penuh, antara lain L. candidum, L. croceum, L. Elegans, L. martagon, L. monadelphum dan L. triginum. Sementara suhu lingkungan yang dikehendaki untuk pertumbuhannya yaitu di daerah yang malam hari bersuhu 4,5-10ºC dan siang 20ºC.

Konon bunga lili sangat dihormati oleh masyarakat Yunani karena dipercaya berasal dari air susu Hera, Ratu para Dewa. Sama halnya dengan bunga mawar, ternyata lili memiliki kesamaan lewat warnanya yang mengandung arti bunga (floriography). Dikutip dari laman Telefora.com, bunga lili disebut sebagai simbol bagi orang yang lahir pada bulan Mei karena bunga ini mulai mekar setiap bulan Mei.

Berdasarkan floriography, bunga lili berwarna putih melambangkan kesucian dan kebijakan. Pada jenis lili Peru (alstroemeria) mewakili persahabatan dan pengabdian, sedangkan pada lili berwarna merah muda menandakan kekayaan dan kemakmuran.

Selain itu, ternyata bunga lili ini merupakan lambang dari Organisasi Kepanduan Sedunia (WSOM). Lambang WOSM (World Organization of Scout Movement) yang digunakan oleh Baden Powell ‘Bapak Pramuka Sedunia’, terdiri atas gambar ‘fleur-de-lis’ atau dikenal juga sebagai bunga lili dengan tiga ujung, kompas, dua bintang, yang dilingkari tali bersimpul mati dengan warna latar berwarna ungu. Di Indonesia, lambang ini menjadi bagian dari tanda pengenal Gerakan Pramuka yang sering dipakai sebagai lencana pada pakaian pramuka.

Berdasarkan Djadja Siti Hazar Hoesen, seorang peneliti di Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bahwa lili oleh sebagian kultur masyarakat dilambangkan sebagai kesuburan dan ketenangan. Selain sebagai tanaman hias, umbi pada lili mengandung glukomannan bahkan pernah dilaporkan berkhasiat obat sebagai antitusif (batuk) dan sedatif (penenang).

Zephyrantes juga dikenal dengan nama Rain Lily (lili hujan) merupakan salah satu jenis lili yang banyak digunakan sebagai tanaman hias dan obat tradisional di negara Cina dan beberapa negara lainnya (Jurnal Vegetalika, Universitas Gajah Mada). Dinamakan lili hujan karena bunga ini tumbuh dan mekar setelah musim hujan.

Daun dari tanaman ini telah digunakan di Afrika Selatan sebagai obat untuk diabetes melitus karena memiliki aktivitas biologis seperti antimikrobia, antivirus, antitumor, dan lain-lain karena adanya kandungan alkaloid dan banyak senyawa kimia lain seperti flavonoid dan senyawa fenol. Spesies dari genus ini tersebar luas di daerah yang memiliki iklim hangat yang berada di belahan bumi bagian barat. Di Indonesia tanaman lili hujan yang sering dijumpai memiliki warna bunga kuning, merah muda, dan putih.

bunga lili

Penulis: Sarah R. Megumi

Top
You cannot copy content of this page