Dibalik Budaya Bersepeda di Tokyo

Reading time: 2 menit
Di Tokyo, berkendara menggunakan sepeda menjadi budaya. Ilustrasi: Streetfilm/Treehugger.com

Di Tokyo sebanyak 14 persen dari seluruh perjalanan yang dilakukan menggunakan sepeda, setiap hari, dengan jalur sepeda yang hanya 10 kilometer saja. Apa rahasianya sehingga mereka secara sukarela konsisten bersepeda?

Byron Kidd dari Tokyo By Bike menjelaskan di film The Gaman Spirit : Why Cycling Works in Tokyo, sukses dibalik budaya bersepeda di Tokyo adalah bukan karena infrastrukturnya. Di film yang diproduksi oleh Streetfilms ini diceritakan bahwa banyak hal lain dibelakangnya.

Salah satu yang paling indah dalam bersepeda di Tokyo, menurut Byron adalah semua orang bersepeda. “Bersepeda bukan hanya olahraga untuk mereka yang kaya. Ini bukan olahraga yang mengharuskan Anda membeli helm dan Lyvra serta sepeda seharga 25 juta rupiah. Semua orang bersepeda dengan baju biasa. Mereka bersepeda bukan untuk menjadi sehat dan juga bukan untuk menyelamatkan lingkungan, mereka bersepeda karena memang bersepeda itu lebih masuk akal.”

Ilustrasi: pixabay.com

Ilustrasi: pixabay.com

Dengan permukiman yang padat dan kepemilikan kendaraan yang sangat mahal serta tidak nyaman, bersepeda adalah sesuatu yang dibutuhkan. Dengan infrastruktur bersepeda yang sangat sedikit, pesepeda diperbolehkan berkendara di jalur pedestrian.

Di Jepang, pesepeda dan pejalan kaki memlilki hubungan yang harmonis. Byron menunjukkan bahwa pilihannya adalah antara berkendara di antara mobil atau di antara pejalan kaki. Di videonya bisa dilihat bahwa hubungan yang terjadi relatif penuh kedamaian. Sementara di New York, hal ini bisa menyebabkan konflik yang panjang dan terus-menerus.

Rahasia dibalik suksesnya budaya bersepeda di Tokyo adalah semangat “Gaman”, sebuah budaya anti mengeluh dan sikap anti menyerah. Byron menjelaskan bahwa semangat “Gaman” berusaha mewujudkan segala hal yang diperlukan. Kalau di luar hujan, tidak masalah, mereka tetap akan naik sepeda dan menyelesaikan pekerjaannya.

Produser film ini, Joe Baur, menambahkan setidaknya ada satu hal yang bisa dipelajari oleh seluruh dunia dari budaya bersepeda di Tokyo. “Pada akhirnya ini tentang masalah daya tahan. Namun saat diaplikasikan dalam bersepeda di Tokyo, ini berarti kemampuan setiap orang untuk bergerak bersama. Tidak peduli kamu pesepeda, pejalan kaki atau pengemudi, kita semua punya pekerjaan yang harus diselesaikan.”

Penulis: NW/G15

Top

You cannot copy content of this page