Karya Seni Bawah Laut Untuk Terumbu Karang

Reading time: 1 menit

Ada aktivitas yang unik terjadi pada 25 Mei 2014 lalu di kampung Getap, Cakranegara, Lombok. Sekelompok penyelam ‘menanam’ besi bekas seberat 1,6 ton di kedalaman 5 meter bawah laut Pantai Senggigi, Lombok. Besi bekas ini adalah Rumah Cumi-Cumi (Domus Sepiae), sebuah karya seni yang berfungsi juga sebagai media tumbuh bagi terumbu karang.

Karya seni ini merupakan karya Teguh Ostenrik, seorang seniman yang gemar menyelam. Melalui karya seni, ia ingin berkontribusi dalam pemulihan ekosistem terumbu karang di Pantai Senggigi, Lombok. Selama 2 bulan, ia mengumpulkan besi bekas kemudian merakitnya menjadi sebuah karya seni yang merupakan bagian dari karya instalasi bertema Taman Terumbu Karang (ARTificial Reef Park).

Setelah tertanam di dasar laut, Rumah Cumi-Cumi ini kemudian dialiri listrik. Ketika dialiri arus listrik, besi bekas yang mengandung kalsium karbonat akan menjadi struktur yang cocok bagi media tumbuh terumbu karang. Inilah yang disebut dengan sistem biorock, sebuah sistem yang pertama kali dikenalkan oleh ahli kelautan Wolf Hilbertz dan Tom Goreau.

Mengenai listriknya, harus dipikirkan juga sumber listrik yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, sebuah instalasi panel surya dibuat untuk menghasilkan listrik yang akan dialirkan ke Rumah Cumi-Cumi. Sudah pasti ramah lingkungan.

Selain kelompok penyelam yang terlibat dalam proses ‘penanaman’ Rumah Cumi-Cumi di dasar laut, beberapa pihak lain juga turut serta mendukung penciptaan karya ARTificial Reef Park ini, seperti Lombok Hotel Association, Gili Eco Trust, Qunci Villas dan Contained Energy.

Kini, para penyelam yang datang ke Lombok tidak hanya disuguhi pemandangan bawah laut yang indah, namun juga karya seni yang unik, inspiratif dan membawa perubahan bagi lingkungan.

(G33)

 

Top