Indonesia Akan Miliki Data Jumlah Ikan Nasional Terbaru

Reading time: 2 menit
Kapal Riset Bawal Putih III sebelum memulai pelayaran survei perdana kajian stok sumber daya ikan. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jakarta (Greeners) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan bahwa pada akhir tahun 2015 mendatang, Indonesia akan memiliki data jumlah stok ikan nasional terbaru. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan KKP, Achmad Poernomo kepada Greeners memastikan bahwa nantinya data jumlah stok ikan nasional tersebut diprediksi akan lebih banyak dibandingkan pada tahun 2014 lalu yang berjumlah 7,3 ton.

Hal tersebut dikarenakan teknis pengkajian yang dilakukan pada tahun ini akan berbeda dengan tahun lalu yang mana pada tahun 2014, teknis kajiannya per tahun paling banyak dilakukan di 2 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) saja. Namun, kata Achmad, untuk tahun ini teknis kajian akan dilakukan di 11 WPP seluruh Indonesia secara serentak.

Agar penelitian bisa dilaksanakan dengan baik, lanjutnya lagi, KPP menerjunkan lima kapal riset untuk melakukan penelitian kajian stok ikan 2015 di 11 WPP tersebut. Kelima kapal yang digunakan itu adalah Kapal Riset Bawal Putih 3, Kapal Latih dan Riset Madidihang 2, Kapal Riset Baruna Jaya 7, Kapal Riset Baruna Jaya 8, dan Marine Vessel SEAFDEC.

“Dengan kapal-kapal tersebut, tim peneliti dan anak buah kapal (ABK) akan melakukan ekspedisi ke seluruh wilayah perairan Nusantara selama 260 hari layar dan dilakukan dalam dua musim. Yaitu, musim ikan dan musim tidak ada ikan,” jelasnya, Kamis (28/05).

Kepala Balitbang Kelautan dan Perikanan KKP, Dr. Achmad Poernomo memakaikan topi kepada para peneliti dan awak kapal yang akan melakukan pelayaran survei kajian stok sumber daya ikan. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Kepala Balitbang Kelautan dan Perikanan KKP, Dr. Achmad Poernomo memakaikan topi kepada para peneliti dan awak kapal yang akan melakukan pelayaran survei kajian stok sumber daya ikan. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Selain itu, Achmad juga menyatakan kalau nantinya tim akan meneliti di setiap titik-titik yang dilewati kapal, termasuk di sekitar laut Cina Selatan yang akan dilewati tim peneliti di Selat Malaka.

Dalam proses tersebut, semua ikan yang ada di permukaan laut akan terdeteksi oleh alat sonar yang terpasang di kapal. Setelah itu akan langsung dicocokkan dengan data ikan yang ada di nelayan dari hasil tangkapan mereka.

“Nah, dari situ kita akan bandingkan dengan hasil penelitian di laut. Jadi akan komprehensif dan bisa dipertanggung jawabkan,” tuturnya lagi.
Terkait anggaran yang akan digunakan, Achmad mengatakan bahwa KKP sendiri telah menganggarkan dana sebesar 44,4 miliar rupiah pada 2015 untuk melakukan pengkajian stok sumber daya ikan di berbagai kawasan penangkapan ikan di Tanah Air guna menjadi basis data pengambilan kebijakan ke depan.

Lebih jauh, ia juga memaparkan, dengan dukungan dana tersebut juga KKP telah meluncurkan Program Kajian Stok Ikan Nasional 2015 yang telah diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada 21 Mei lalu. Program itu, ujar dia, akan meningkatkan akurasi potensi dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan secara revolusioner di Indonesia.

“Untuk anggaran kajian stok sumber daya ikan ini telah digelontorkan sebanyak Rp 44,4 miliar yang dimana itu berarti meningkat lebih dari 1.000 persen dibanding 2003 lalu,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

Top