Kebun Raya Pegang Peranan Penting Atasi Permasalahan Air

Reading time: 1 menit
kebun raya
Ilustrasi. Foto: boris doesberg/flickr.com

Jakarta (Greeners) – Selama ini kebun raya menjadi kawasan penyangga untuk penyimpanan air tanah dan menjaga keberadaan air tanah bersih tetap ada. Pembangunan kebun raya dianggap bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan air yang dibarengi dengan konsep pengelolaan sumber daya air terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan menggunakan inovasi teknologi.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Iskandar Zulkarnain mengatakan, LIPI dalam beberapa tahun terakhir telah berhasil mengaplikasikan suatu konsep ketahanan air pada suatu wilayah atau pulau kecil yang minim akses terhadap ketersediaan air bersih dengan berbagai inovasi teknologi. Konsep ini disebut dengan One lsland, One Plan, One Water.

BACA JUGA: Dua Abad Kebun Raya Bogor Jadikan Rafflesia Patma Sebagai Koleksi Unggulan

“Konsep One lsland, One Plan, One Water ini menawarkan suatu pengelolaan air pada suatu wilayah atau pulau dengan sistem terintegrasi dari hulu (sumber air) hingga ke hilir (pemanfaatan air). Dalam hal ini pengelolaan air pada suatu wilayah atau pulau harus terintegrasi dalam sebuah sistem,” kata Iskandar, Jakarta, Selasa (16/05).

Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI Didik Widyatmoko menambahkan, konsep terintegrasi LIPI dalam pengelolaan air lewat One lsland, One Plan, One Water bersama dengan fungsi konservasi kebun raya diharapkan bisa diaplikasikan di berbagai wilayah rawan kelangkaan air di Indonesia.

BACA JUGA: Sampah di Kebun Raya Bogor Belum Dikelola dengan Baik

Dengan penerapan hal tersebut, lanjutnya, maka konsep tata ruang dan tata wilayah akan mengedepankan pembangunan berwawasan lingkungan dengan memanfaatkan berbagai teknologi. Teknologi tersebut seperti pengelolaan SDA, teknologi pengolahan air, teknologi konservasi air, teknologi pengawasan kualitas dan kuantitas air, teknologi distribusi air, pengujian kualitas air, dan teknologi pengolahan air limbah.

“Konsepnya itu adalah menjadikan sistem terintegrasi pengelolaan sumber daya air suatu daerah sebagai fondasi pembangunan perekonomian daerah. Karena ketahanan air adalah pijakan paling penting dari ketahanan pangan dan energi suatu wilayah,” kata Didik.

Penulis: Danny Kosasih

Top